Jawa-Bali sumbang 64,26 persen kasus COVID-19, sebut Satgas COVID-19

Jawa-Bali sumbang 64,26 persen kasus COVID-19, sebut Satgas COVID-19

Anggota Tim Pakar Satgas Penanganan COVID-19 Dewi Nur Aisyah berbicara dalam konferensi pers di Graha BNPB Jakarta, Rabu (9/9/2020). (FOTO ANTARA/Katriana)

Jadi memang cukup besar Pulau Jawa dan Bali berkontribusinya, yakni sebesar 64,26 persen, yaitu dengan jumlah total kasus 114.590. Ini per tanggal 6 September 2020
Jakarta (ANTARA) - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 mengatakan Pulau Jawa dan Bali berkontribusi terhadap sebanyak 64,26 persen dari total kasus COVID-19 yang ada di seluruh Indonesia.

"Jadi memang cukup besar Pulau Jawa dan Bali berkontribusinya, yakni sebesar 64,26 persen, yaitu dengan jumlah total kasus 114.590. Ini per tanggal 6 September 2020," kata anggota Tim Pakar Satgas Penanganan COVID-19 Dewi Nur Aisyah dalam konferensi pers di Graha BNPB Jakarta, Rabu.

Ia mengingatkan kepada semua pihak bahwa Indonesia pada dasarnya merupakan sebuah negara besar yang terdiri dari banyak pulau, baik yang besar maupun yang kecil.

Untuk itu, masyarakat perlu memahami bahwa peningkatan atau penurunan kasus di suatu daerah sangat terkait dengan kondisi geografis dan kapasitas fasilitas kesehatan yang ada di wilayah tersebut.

"Di sini kita harus memahami bahwa hal itu akan berkaitan terhadap jumlah kasus yang ada, dan terkait dengan fasilitas kesehatan yang ada," katanya.

Berdasarkan data penyebaran kasus di lima pulau besar di Indonesia, yang terbagi menjadi Pulau Sumatera, Pulau Jawa dan Bali, Pulau Kalimantan, Pulau Sulawesi serta Pulau Maluku dan Papua, kata dia, pulau berikutnya yang menyumbang jumlah kasus COVID-19 terbesar kedua setelah Pulau Jawa dan Bali adalah Pulau Sumatera.

Meski menyusul sebagai pulau kedua penyumbang kasus terbanyak, katanya, namun dibandingkan dengan Pulau Jawa dan Bali, persentase jumlah kasus di Pulau Sumatera jauh lebih kecil, yaitu sebesar 11,3 persen atau dengan jumlah kasus terkonfirmasi sebanyak 20.150.

Berikutnya, pulau yang menyumbang persentase kasus terbesar ketiga adalah Pulau Sulawesi, yaitu 10,63 persen dari total kasus atau sebanyak 18,960 kasus, disusul Pulau Kalimantan sebesar 9,49 persen atau 16.915 dan 4,36 persen kasus tercatat di Pulau Maluku dan Papua dengan jumlah kasus terkonfirmasi sebanyak 7.778.

Lebih lanjut, Dewi mengatakan bahwa dari total kasus terkonfirmasi pada masing-masing dari lima pulau besar tersebut, jumlah kasus aktif paling banyak, atau jumlah kasus yang menggambarkan jumlah orang yang sedang sakit, juga dicatat di Pulau Jawa dan Bali dengan total kasus aktif sebanyak 23.220 atau sebesar 20,26 dari total kasus terkonfirmasi di pulau tersebut.

Kemudian, kasus aktif tertinggi kedua juga dicatatkan di Pulau Sumatera dengan total kasus aktif sebanyak 7.779 orang, disusul Pulau Sulawesi sebanyak 3.771, Pulau Kalimantan sebanyak 3.694 kasus aktif dan 1.910 kasus aktif di Pulau Maluku dan Papua.

Sementara itu, untuk jumlah kasus sembuh paling banyak juga dicatatkan oleh Pulau Jawa dan Bali sebanyak 85.772 orang, berikutnya Pulau Sulawesi sebanyak 14.597, Pulau Kalimantan dengan 12.551 kasus sembuh, Pulau Sumatera sebanyak 11.533 dan Pulau Maluku dan Papua sebanyak 5.729 kasus sembuh dari COVID-19.

Adapun jumlah kasus meninggal paling banyak, Pulau Jawa dan Bali masih berada di urutan pertama dengan 5.518 orang meninggal, Pulau Sumatera sebanyak 838 orang meninggal, Pulau Kalimantan 666, Pulau Sulawesi 592 dan Pulau Maluku dan Papua sebanyak 139 orang meninggal, demikian Dewi Nur Aisyah.

Baca juga: Indonesia belum berhasil tekan COVID-19 secara konsisten, kata Satgas

Baca juga: Pendaftar tenaga kesehaan Corona di Jakarta terbanyak dari luar Jawa

Baca juga: GTPP: Positif COVID-19 di Bali tembus angka lebih 5.000 orang

Baca juga: Menristek: Mutasi virus corona terdeteksi di sejumlah daerah Indonesia



 

Pewarta: Katriana
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020

30 Menit Ekstra - Potensi berlipatnya kasus COVID-19 dari libur panjang

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar