Saham China ditutup lebih rendah, catat kerugian terbesar enam minggu

Saham China ditutup lebih rendah, catat kerugian terbesar enam minggu

Seorang investor melihat papan elektronik yang menampilkan informasi saham di Nanjing, provinsi Jiangsu, Cina. ANTARA/REUTERS/Stringer/am.

Jumlah saham yang turun melebihi saham naik, sebanyak 1.146 saham berbanding 268 saham di bursa Shanghai dan 1.829 saham berbanding 377 saham di bursa Shenzhen.
Beijing (ANTARA) - Saham-saham China ditutup lebih rendah pada perdagangan Rabu, mencatat kerugian terbesar dalam enam minggu menyusul kejatuhan teknologi Wall Street, dengan meningkatnya ketegangan China-AS dan jatuhnya harga minyak juga membatasi selera risiko.

Indikator utama pasar saham China, Indeks Komposit Shanghai merosot 1,86 persen menjadi berakhir di 3.254,63 poin, sementara Indeks Komponen Shenzhen yang melacak saham-saham di bursa kedua China anjlok 3,25 persen menjadi ditutup pada lebih tinggi pada 12.861,75 poin.

Baca juga: Saham China dibuka lebih rendah setelah menguat sehari sebelumnya

Nilai transaksi gabungan saham yang mencakup kedua indeks meningkat menjadi 1,04 triliun yuan (sekitar 152 miliar dolar AS) dari 924,4 miliar yuan (sekitar 135,2 miliar dolar AS) pada hari perdagangan sebelumnya.

Jumlah saham yang turun melebihi saham naik, sebanyak 1.146 saham berbanding 268 saham di bursa Shanghai dan 1.829 saham berbanding 377 saham di bursa Shenzhen.

Saham-saham yang terkait dengan sektor besi dan baja serta pelabuhan dan pengiriman memimpin kenaikan, dengan saham Chongqing Iron & Steel Company Limited melonjak pada batas harian 10 persen menjadi 1,74 yuan per saham.

Baca juga: Saham Tokyo ditutup melemah tertekan penjualan sektor teknologi AS

Sebaliknya, saham-saham di sektor cloud gaming dan vaksin biologis mengalami kerugian besar.

Sementara itu, indeks ChiNext yang melacak saham-saham perusahaan sedang berkembang di papan bergaya Nasdaq China, terperosok 4,8 persen menjadi ditutup pada 2.523,4 poin.

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar