Sleman (ANTARA News) - Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar mengaku kagum Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika kelas IIA Yogyakarta karena kondisinya sangat bagus dan sangat manusiawi bagi para warga binaan (narapidana).

"Ini sangat luar biasa, setelah saya berkunjung ke sejumlah provinsi, baru ini saya menemukan lapas yang sangat bagus dan manusiawi, sehingga tidak melanggar hak-hak narapidana (napi)," katanya saat mengunjungi Lapas Narkotika Yogyakarta, Kamis.

Menurut dia, selain lingkungannya bersih, para napi dapat merasakan kenyamanan, karena satu ruangan maksimal hanya dihuni tiga orang, dan mereka tidur beralaskan kasur yang bagus .

"Beberapa kali saya menemui lapas di provinsi lain yang kondisinya sangat tidak manusiawi, seperti tanpa alas untuk tidur, bahkan ada yang tidur pun harus bergantian, dan para penghuninya sampai tidak bisa mengenakan baju, hanya memakai celana dalam karena ruangannya panas dan penuh sesak," katanya.

Ia mengatakan Lapas Narkotika Yogyakarta yang memiliki kapasitas 474 napi itu, saat ini hanya dihuni 195 orang, sehingga bisa dijadikan percontohan bagi lapas di daerah lain.

"Lapas yang hanya dihuni sekitar 30 persen dari kapasitas yang ada itu, juga menunjukkan bahwa di Yogyakarta tidak terlalu banyak warga yang terkena masalah hukum. Bahkan ini juga terlihat di Lapas Wirogunan maupun Rutan Yogyakarta yang tidak terlalu sesak penghuninya," katanya.

Patrialis mengatakan Kementerian Hukum dan HAM akan berupaya meningkatkan hak-hak napi terutama dari sisi kemanusiaannya, dengan memberikan pelayanan yang baik.

"Bahkan jika ada napi yang atas rekomendasi dokter harus tidur di ruangan ber-AC, itu akan dipenuhi, dan jika lapas tidak memiliki anggaran, dipersilakan pihak keluarga memasang AC di ruang tahanan, karena ini memang hak kemanusiaan napi," katanya.

Ia mengatakan pihaknya meminta kepada seluruh Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM untuk menginventarisir napi lanjut usia dan menderita sakit yang berat untuk dimintakan grasi kepada presiden.

"Jika memang napi tersebut sudah lanjut usia dan sakit serta tidak mungkin melakukan lagi tindak pidana berat, akan kami usulkan untuk mendapatkan grasi, karena tidak mungkin jika harus menunggu keluarga yang mengajukannya," katanya.

Dalam kunjungannya itu, Patrilais Akbar melakukan panen ikan lele di kolam yang dibudidayakan napi. Sedangkan Sufreyeni Patrialis Akbar (istri menkumham) menanam pohon mangga di kompleks Lapas Narkotika Yogyakarta.

Sebelumnya, Menkumham Patrialis Akbar memberikan santunan kepada yatim piatu di Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
(*)

Pewarta:
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2010