PII: Pandemi COVID-19 jadi "kawah candradimuka" ketahanan nasional

PII: Pandemi COVID-19 jadi "kawah candradimuka" ketahanan nasional

Chairman Federasi Organisasi Insinyur ASEAN (AFEO) Heru Dewanto memimpin penghormatan terakhir kepada Presiden ke-3 RI BJ Habibie pada hari kedua konferensi organisasi itu di Jakarta, Kamis. (ANTARA/HO/Panitia Cafeo37)

Jakarta (ANTARA) - Persatuan Insinyur Indonesia (PII) menilai bahwa pandemi COVID-19 menjadi "kawah candradimuka" ketahanan nasional bagi bangsa-bangsa di dunia, tak terkecuali Indonesia.

"Peringkat Indonesia dalam konteks ekonomi dunia ke depan sangat ditentukan pada masa pandemi COVID-19 ini," kata Ketua Umum PII Heru Dewanto saat peluncuran dan bedah buku daring "Redesigning Indonesia: An Engineer's View" di Jakarta, Rabu.

Buku tersebut adalah hasil dari Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan PII pada 6-7 Mei 2020 dan melibatkan 26 pakar dari berbagai institusi pemerintahan, perusahaan, dan perguruan tinggi.

Menurut Heru, sebelum pandemi sejumlah lembaga internasional memprediksi bahwa Indonesia bakal menjadi salah satu kekuatan dunia pada 2030. Namun, pandemi mengubah banyak hal secara drastis pada sejarah dan peradaban manusia.

Bagi Persatuan Insinyur Indonesia, kata Heru, pandemi merupakan langkah awal untuk mendesain ulang Indonesia.

"Kami, para insinyur memilih untuk melakukan refleksi dan reimagination,  mengidentifikasi apa yang perlu dilakukan selama dan setelah pandemi,” katanya.

Heru menyampaikan bahwa pandemi COVID-19 berdampak besar pada bidang keinsinyuran di Indonesia, dengan sektor perumahan dan kemaritiman terimbas paling besar.

Di sisi lain, sektor teknologi informasi dan komunikasi justru mengalami kenaikan signifikan karena pandemi memang membuka peluang baru bagi industri software, seperti Zoom, smart city, broadband, e-commerce dan logistik, virtual reality, dan telehealth.

"Betapa pentingnya teknologi informasi dan komunikasi dalam mendukung gaya baru hidup kita selama masa pandemi," ujarnya.

Dalam menyiapkan periode pascapandemi, PII merekomendasikan untuk melakukan transformasi digital, penguatan industri nasional untuk kemandirian, ketahanan nasional nirmiliter, serta transformasi keinsinyuran.

"Kemandirian nasional perlu diterapkan dalam melakukan transformasi digital," kata Heru seraya menambahkan bahwa sudah saatnya Indonesia membangun jaringan intranet mandiri meski biayanya tidak ringan.

Kemandirian pangan juga perlu serius digarap pemerintah, salah satunya membangun food estate, kawasan itu nantinya lahan pertanian dan perkebunan yang terintegrasi dengan peternakan.

Baca juga: Wapres terima kunjungan Menhan bahas program "food estate"

Baca juga: Wapres minta "food estate" libatkan masyarakat daerah

Tak kalah penting, kata dia, Indonesia mesti meningkatkan kemampuan melakukan deteksi dini dan menangkal serangan biologis dengan memberdayakan jejaring rumah sakit militer untuk fokus mengembangkan kedua kemampuan tersebut.

Untuk mewujudkan pemikiran-pemikiran tersebut, Heru mengingatkan para insinyur mesti berperan besar dalam mewujudkan perubahan besar di Tanah Air.

Heru mengingatkan pandemi COVID-19 harus benar-benar bisa membuka mata dan pikiran masyarakat Indonesia lebar-lebar untuk menata ulang cara untuk membangun bangsa dan negara.

"Ketangguhan dan kemandirian bangsa di dalam menghadapi segala bentuk tantangan zaman ternyata harus banyak dikerjakan oleh manusia-manusia Indonesia yang berprofesi sebagai insinyur," katanya.

Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor: Sigit Pinardi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Dipengaruhi vaksinasi, Menkeu optimis ekonomi 2021 tumbuh 4,5-5,3%

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar