Stafsus Presiden tinjau Rumah Kompos di Padangtegal, Ubud

Stafsus Presiden tinjau Rumah Kompos di Padangtegal, Ubud

Koordinator Staf Khusus Presiden, AAGN Ari Dwipayana (tengah) saat meninjau destinasi wisata Monkey Forest (Dok Ari Dwipayana)

Pengolahan sampah organik yang dilakukan masyarakat desa adat telah menjadi referensi dan tempat belajar oleh beberapa kalangan
Gianyar (ANTARA) - Koordinator Staf Khusus Presiden RI, AAGN Ari Dwipayana, meninjau Rumah Kompos dan kebun organik di Desa Padangtegal, Ubud yang dilanjutkan mengunjungi destinasi wisata Mandala Wisata Wenara Wana atau dikenal dengan nama Monkey Forest, di Kabupaten Gianyar, Bali, Rabu.

Dalam kunjungan tersebut, Ari Dwipayana disambut Bendesa Adat Padangtegal I Made Gandra, Wakil Bendesa Made Subrata.

Memulai kunjungan dari Rumah Kompos yang dikelola dengan sangat baik, Ari mendapatkan penjelasan lengkap mengenai proses pengolahan sampah organik hingga menjadi kompos.

Sampah-sampah yang diolah berasal dari warga, hotel serta restoran yang banyak beroperasi di wilayah desa adat Padangtegal.

Pengolahan sampah organik yang dilakukan masyarakat desa adat Padangtegal, Ubud, Gianyar ini telah menjadi referensi dan tempat belajar oleh beberapa kalangan.

Hal tersebut tidak terlepas dari misi kegiatan yang sejak awal siap memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai metode pengolahan sampah, sekaligus pentingnya budidaya tanaman organik.

Untuk memberikan informasi yang lebih lengkap, Rumah Kompos memiliki ruang theatre sebagai tempat edukasi bagi para pengunjung. Juga dilengkapi dengan Kebun Permakultur yang menjadi contoh penerapan 12 Prinsip Permakultur kepada masyarakat.

Ari Dwipayana mengikuti dengan antusias penjelasan mengenai tantangan dan dampak positif dari keberadaan Rumah Kompos, sekaligus menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Desa Adat Padangtegal dalam merintis inovasi pengelolaan sampah yang terintegrasi dan telah dikelola dengan sangat baik.

Ia berharap, langkah ini dapat direplikasi di desa adat lain di Bali, sehingga permasalahan pengelolaan sampah yang merupakan masalah serius di Provinsi Bali dapat diatasi dengan lebih efektif.

Setelah meninjau Rumah Kompos dan Kebun Permakultur, rombongan berkeliling ke Monkey Forest untuk melihat kondisi salah satu destinasi unggulan Ubud yang selama ini ramai dikunjungi wisatawan. Meskipun belum dibuka secara resmi untuk masyarakat luas, Monkey Forest telah menyiapkan dengan baik kelengkapan penerapan protokol kesehatan.

Pada kesempatan itu, Ari menyerahkan bantuan 10 ribu masker kepada Desa Adat Padangtegal untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mencegah penularan COVID-19 dengan disiplin memakai masker.


Pura Tirta Empul, Tampak Siring

Setelah mengunjungi Padangtegal, Koordinator Staf Khusus Presiden juga melihat penerapan protokol kesehatan di objek wisata Tirta Empul, Tampaksiring. Tirta Empul merupakan salah satu objek wisata spiritual yang banyak dikunjungi wisatawan domestik dan asing.

Setelah dibuka kembali untuk kunjungan wisatawan, Tirta Empul juga telah mempersiapkan diri dengan baik di masa tatanan kehidupan era baru.

Sebelum memasuki areal pura, telah disediakan tempat khusus untuk mencuci tangan, serta garis pembatas antrean untuk mendisiplinkan warga menerapkan jaga jarak (physical distancing).

Jumlah pengunjung yang boleh memasuki kawasan melukat, juga sangat dibatasi. Jika jumlah orang yang berada didalam sudah melebihi kapasitas yang ditentukan, petugas tidak akan mengizinkan pengunjung lain memasuki areal tersebut.

Setelah berkeliling, Ari Dwipayana menyerahkan bantuan 10 ribu masker kepada Bendesa Adat Desa Tampaksiring yang nantinya akan dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Baca juga: Kemenparekraf terapkan Program BISA di Gianyar agar lebih menarik

Baca juga: Sekda Gianyar tinjau persiapan konser musik di Monkey Forest
 

Pewarta: Edy M Yakub
Editor: Royke Sinaga
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar