Satu lagi pengungsi Rohingya meninggal dunia di Aceh

Satu lagi pengungsi Rohingya meninggal dunia di Aceh

Arsip Foto - Muslim etnis Rohingya berada di Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Lhokseumawe, Senin (7/9/2020). Sebanyak 297 orang muslim rohingya terdampar di Aceh pada Senin, dini hari. (ANTARA/Khalis)

Banda Aceh (ANTARA) - Satu lagi warga imigran etnis Rohingya dilaporkan meninggal dunia di Rumah Sakit Umum (RSU) Cut Mutia Kota Lhokseumawe, sehingga sudah dua orang pengungsi yang meninggal dunia di tempat penampungan sementara.

Muslim etnis rohingya yang mengembuskan nafas terakhir tersebut, pria bernama Hilal berumur 22 tahun, di RSU Lhokseumawe sekitar pukul 07.15 WIB, pada Kamis.

"Iya benar, tadi pagi satu pengungsi Rohingya meninggal dunia di RSU Cut Mutia," kata Kepala Bagian Humas RSU Cut Mutia Jalaluddin, di Kota Lhokseumawe.

Baca juga: Aceh, sasaran etnis Rohingya mendarat di tengah COVID-19

Baca juga: Amnesty dorong Indonesia pastikan hak kesehatan pengungsi Rohingya


Jalaluddin menjelaskan, pemuda Rohingya yang terdampar di perairan Lhokseumawe tersebut meninggal dunia karena menderita penyakit sesak nafas dan hernia.

"Dia (Hilal, red) meninggal dunia setelah tiga hari dirawat di rumah sakit," katanya.

Kata dia, pemulasaran jenazah dilakukan di RSU Cut Mutia. Jenazah pemuda etnis Rohingya tersebut dimakamkan di TPU Kuta Blang Kota Lhokseumawe.

"Dengan meninggal dunianya satu orang lagi, maka hingga saat ini masih ada tiga imigran Rohingya yang masih menjalankan perawatan di RSU Cut Meutia," katanya.

Sebelumnya juga dilaporkan meninggal satu warga muslim Rohingya bernama Nur Khalimah, 21 tahun, dengan jenis kelamin perempuan di camp pengungsian BLK Lhokseumawe, Selasa (8/9) lalu.

Jenazah gadis Rohingya itu telah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kuta Blang Kota Lhokseumawe, pada Rabu (10/9) kemarin.*

Baca juga: UNHCR apresiasi warga Aceh karena selamatkan pengungsi Rohingya

Baca juga: Satu pengungsi Rohingya meninggal dunia di kamp Lhokseumawe

Pewarta: Khalis Surry
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Kekerasan terhadap anak & perempuan di Banda Aceh capai 99 kasus

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar