Dapat anggaran Rp11,1 triliun, ini program prioritas Perkeretaapian

Dapat anggaran Rp11,1 triliun, ini program prioritas Perkeretaapian

Foto udara pembangunan jalur LRT Jabodebek di kawasan Pancoran, Jakarta, Minggu (2/8/2020). Perkembangan pembangunan jalur kereta api ringan atau LRT Jabodebek Lintas Pelayanan II, Cawang-Kuningan-Dukuh atas kini telah mencapai 65,9 persen, sedangkan pelayanan Cawang-Cibubur sudah sampai 87,34 persen. Seluruh lintasan itu ditarget rampung semua pembangunannya pada 2021. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/pras.

Pada 2021, sektor perkeretaapian difokuskan untuk infrastruktur ekonomi, yakni proyek Kereta Api Makassar Pare-Pare, Kereta Api Kecepatan Tinggi Pulau Jawa dan infrastruktur perkotaan sistem angkutan umum massal perkotaan di enam wilayah metropolitan
Jakarta (ANTARA) - Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan mendapatkan alokasi pagu anggaran 2021 sebesar Rp11,1 triliun untuk mendanai sejumlah program prioritas.

“Pada 2021, sektor perkeretaapian difokuskan untuk infrastruktur ekonomi, yakni proyek Kereta Api Makassar Pare-Pare, Kereta Api Kecepatan Tinggi Pulau Jawa dan infrastruktur perkotaan sistem angkutan umum massal perkotaan di enam wilayah metropolitan,” kata Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Zulfikri dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi V DPR di Jakarta, Kamis.

Zulfikri merinci pertama, pembangunan jalur kereta api, di antaranya Makassar-Parepare segemen 3,64 kilometer, Bogor-Sukabumi 26,6 kilometer, Jalur KA Bandara Internasional Yogyakarta enam kilometer.

Baca juga: INKA ingin tumbuhkan ekosistem industri di Banyuwangi

Kemudian, Pembangunan Jalur kereta api perkotaan yang dibagi menjadi dua, yaitu mendukung prioritas nasional: Perkeretaapian Jabodetabek, Perkeretaapian Mebidangro, Perkeretaapian Bandung Raya dan Perkeretaapian Gerbangkertasusila.

Kedua mendukung prioritas bidang: Solo Balapan-Solo Jebres, peningkatan fasilitas operasi (lintas Cikarang-Cikanpek, Jatinegara-Bogor dan Manggarai- Stasiun Jakarta Kota, Stasiun Yogyakarta-Stasiun Bandung dan Ciroyom.

Kemudian, kegiatan mendukung Ibu Kota Negara (IKN), yakni studi kelayakan penyelenggaraan erkeretaapian segmen Balikpapan-Samarinda.

Baca juga: KAI kembali batalkan sejumlah perjalanan kereta api

Perawatan dan pengoperasian prasarana perkeretaapian dan milik negara (IMO) pada 4 Divre si wilayah Sumatera dan pada sembilan Daerah Operasi di wilayah Jawa.

Selanjutnya, peningkatan Jalur KA, yakni Araskabu-Tebing Tinggi-Siantar 35 kilometer, Padang-Pariaman 17,5 kilometer, Bandung-Banjar 52 kilometer, Banjar-Kroya 28,7 kilometer, Serang-Merak 37,2 kilometer dan Lahat-Lubuklinggau 44,7 kilometer.

Penyediaan subsidi perintis KA di sembilan lintas layanan (Lintas Krueng Geukeuh-Kuta Blang, Lintas Tebing Tinggi-Kuala Tanjun, Lintas Binjai-Besitang-Sei Liput, Lintas Lubuk Alung-Kayu Tanam, Lintas Padang-BIM, Lintas Kertapati-Indralaya, LRT Sumatera Selatan, Lintas Solo-Wonogiri, Lintas Makassar-Parepare).

Rincian pagu anggaran Ditjen Perkeretaapian 2021, yakni belanja pegawai (termasuk CPNS) Rp115,10 miliar, belanja barang operasional/mengikat Rp75,62 miliar, non-operasonal (barang) Rp2,3 triliun, non-operasional (modal) Rp4,4 triliun.

Pewarta: Juwita Trisna Rahayu
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Menhub ajak swasta investasi pada proyek transportasi umum

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar