Kendari (ANTARA News) - Insiden pemukulan mewarnai kunjungan kerja Ketua Dewan Pertimbangan Pusat Partai Golkar, Surya Paloh, di Sulawesi Tenggara, Sabtu.

Insiden pemukulan yang sempat mengganggu konsentrasi peserta dialog dengan Surya Paloh itu, menimpa seseorang yang mengenakan baju kader Golkar bernama Arifudin Laumara.

Korban Arifudin Laumara yang mengaku Caleg di Kabupaten Konawe itu mendapatkan kesempatan pertama untuk mengajukan saran dan pertanyaan dalam dialog. Ia mengatakan pesimistis dengan tekad partai berlambang pohon beringin itu memenangkan Pemilu 9 April mendatang.

"Sebagai kader saya bangga dengan semangat petinggi Golkar tingkat pusat dan daerah, namun saya juga diselimuti perasaan pesimis karena berbagai permasalahan yang menghadang menyambut Pemilu," katanya.

Sontak seorang kader yang juga mengenakan baju seragam Golkar mendekati korban dan kemudian melayangkan "bogem" yang bersarang di kepala Arifudin.

Arifuddin pun menjadi sasaran amarah kader Golkar lainnya sehingga polisi mengamankannya.

Sekretaris DPD II Partai Golkar Kabupaten Konawe, Tauwi, melalui pengeras suara mengatakan bahwa korban bukan lagi kader Golkar.

"Kami mohon maaf kepada Dewan Pertimbangan Partai Golkar bersama rombongan karena yang bersangkutan bukan kader," katanya.

Ketua DPD I Partai Golkar Sultra, Ridwan, menegaskan bahwa oknum yang pesimistis untuk memenangkan Golkar adalah penyusup, bukan kader.

Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar, Surya Paloh menganggap insiden tersebut adalah dinamika dalam berdemokrasi.

"Seperti saya sampaikan bahwa ada kader yang cerdas, ada yang bodoh dan ada pula yang tidak dapat dijadikan panutan," kata Surya Paloh yang juga pemimpin Media Grup.

Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Surya Paloh hadir di Kendari bersama sejumlah pengurus Golkar Pusat, antara lain Tandri Abeng dan Soleh Salahuddin.

Turut serta dalam kunjungan pelantikan Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Sultra adalah Ketua Umum AMPG dan Ketua Umum Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) Ny. Sarwan Hamid.
(*)

Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2009