Hari Radio Nasional, ini beda radio dan podcast

Hari Radio Nasional, ini beda radio dan podcast

Petugas Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menjelaskan tentang perlengkapan siaran radio masa lampau dalam tur virtual Hari Radio Nasional di Museum Penerangan, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Jumat (11/9/2020). 11 September diperingati sebagai Hari Radio Nasional yang juga diperingati sebagai hari kelahiran Radio Republik Indonesia (RRI) yang didirikan pada 11 September 1945. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/pras.

Jakarta (ANTARA) - Belakangan ini siaran yang disampaikan melalui audio atau podcast menjadi semakin populer, yang kian bermunculan mewarnai platform streaming.

Sama-sama menghadirkan konten audio, podcast menjadi "versi kekinian" dari Radio. Keduanya juga memiliki tujuan yang sama, yakni memberikan informasi, edukasi maupun hiburan kepada pendengar.

Namun, keduanya juga memiliki sejumlah perbedaan. Perbedaan utama antara siaran radio dan podcast terletak pada teknis pembuatan, dikutip dari laman buzzsprout.

Podcast dapat direkam, kemudian diedit atau masuk dalam proses pasca-produksi. Sementara, radio merupakan siaran langsung. Meskipun ada beberapa segmen radio yang direkam sebelumnya, siaran radio tidak melalui proses penyuntingan.

Podcast adalah layanan on-demand, yang memungkinkan pendengar untuk mendengarkan konten yang hanya ingin mereka dengarkan, bahkan mengunduh episode tertentu sesuai keinginan mereka.

Sementara radio, dikutip dari laman Radio.co, memiliki waktu siaran yang terjadwal. Pendengar yang sedang tidak ingin mendengarkan sebuah konten radio akan beralih dari satu saluran radio ke yang lainnya.

Radio juga memiliki "racikan" tersendiri dalam sebuah acara, misalnya komposisi musik, berita, iklan, wawancara atau sesi telepon dengan pendengar, yang tidak ada di podcast -- sebabnya, penyiar radio selalu memperkenalkan diri, stasiun dan saluran radio juga topik yang sedang dibicarakan, saat berganti segmen.

Sedangkan, podcaster dapat menentukan format podcast sendiri, mulai dari durasi hingga topik podcast.

Selanjutnya, radio dan podcast memiliki target pendengar yang berbeda. Radio cenderung menargetkan pendengar luas dengan membuat berbagai macam konten dengan topik yang bervariasi, sehingga pendengar dapat setia dengan salurannya.

Berlawanan dengan itu, podcast mencoba untuk menargetkan ceruk pasar pendengar yang lebih sempit berdasarkan fokus pada topik yang lebih bersifat individu.

Secara konten, radio biasanya menyajikan topik yang sedang tren. Sehingga kesuksesan radio dinilai pada jumlah pendengar saat itu, atau bisa dikatakan radio memiliki periode yang singkat.

Sebaliknya, konten podcast dapat dinikmati kapan saja sesuai minat pendengar -- ada podcast khusus cerita horor, misalnya, meskipun memang ada beberapa podcast membahas tentang berita terkini di tengah masyarakat.

Baca juga: Sejarah di balik Hari Radio Nasional 11 September

Baca juga: Budaya Jawa dipromosikan Radio di Paris

Baca juga: Spotify luncurkan fitur video untuk podcast

Pewarta: Arindra Meodia
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2020

KPID Banten dorong peran media lokal sosialisasikan protokol kesehatan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar