Bertahan saat pandemi, UMKM manfaatkan BLT untuk tambahan modal

Bertahan saat pandemi, UMKM manfaatkan BLT untuk tambahan modal

Para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) binaan Kecamatan Pinang, Tangerang, bernama UMKM Pinang Beres berfoto bersama produk yang mereka hasilkan di Tangerang, Jumat. (ANTARA/ Sella Panduarsa Gareta)

Jakarta (ANTARA) - Sejumlah Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) berusaha bertahan di tengah pandemi COVID-19, sebagian lainnya bahkan tetap mengembangkan bisnis dengan memanfaatkan insentif dari pemerintah berupa Bantuan Langsung Tunai sebesar Rp2,4 juta.

Nenden Pratiwi, pemilik usaha bernama Dapur Mamayon mengaku sangat terbantu dengan adanya bantuan berupa dana hibah tersebut, terlebih ia harus mempertahankan delapan orang pegawainya di tengah omzet yang menyusut akibat pandemi.

Ketua UMKM Kunciran Indah Nenden Pratiwi (ANTARA/ Sella Panduarsa Gareta)
“Ada delapan orang pegawai yang harus saya pertahankan, karena saya ingin mereka tetap bekerja. Bantuan ini untuk menambal beban omzet yang turun,” kata Nenden, yang memproduksi minuman herbal inovasi modern terbut di Tangerang, Jumat.

Nenden, yang juga Ketua Komunitas UMKM Kunciran Indah tersebut berharap agar pemerintah terus memperhatikan UMKM nasional, karena menurut dia, produk-produk yang dihasilkan UMKM tanah air mampu menyaingi barang impor dengan kualitas yang bersaing.

Hal senada disampaikan Feni Irawati, pemilik usaha Cemilan Greget yang memproduksi aneka makanan pencuci mulut tersebut menggunakan BLT yang ia terima untuk terus melakukan produksi di tengah pandemi.

Feni bahkan berinovasi untuk memproduksi minuman kesehatan guna beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat saat ini.

“Omzet saat pandemi turun hampir 50 persen lebih. Jadi dana ini kami gunakan untuk tambahan modal, membeli bahan baku, membuat produk baru berupa minuman dari nanas dan rempah-rempahan. Jadi berinovasi,” ujar Feni.

Menurut Ketua Komunitas UMKM Pinang Beres Fiven Cahyadi Kurniawan, proses untuk dapat menerima BLT dari pemerintah relatif tidak terlalu sulit. Mulai dari pemberian data ke kelurahan, kecamatan, hingga menerima kunjungan dari dinas untuk memastikan bahwa UMKM tersebut masih berproduksi.

Ketua UMKM Pinang Beres Fiven Cahyadi Kurniawan (ANTARA/ Sella Panduarsa Gareta)
“Jadi data saya dimasukkan itu ada di sistem namanya Si Data, kemudian disurvei apakah benar ini usahanya ada. Kemudian langsung cair untuk yang rekeningnya BRI. Sampai sekarang masih banyak juga anggota yang belum cair BLT nya,” ungkap Fiven.

Untuk itu, Fiven berharap agar dana bantuan tersebut dapat dinikmati oleh seluruh UMKM yang masuk dalam keanggotaannya khususnya, dan seluruh UMKM di Indonesia pada umumnya, karena diyakini akan sangat membantu.

Dua pelaku UMKM lainnya yakni Lina dan Diana, yang mengaku belum mendapatkan BLT, menyampaikan bahwa data yang diminta pemerintah sudah dilengkapi, namun hingga saat ini belum ada informasi bahwa dana tersebut akan cair.

“Saya sudah melengkapi semua data, tapi tidak tahu kenapa belum cair juga ya. Padahal bantuan ini sangat dibutuhkan untuk melanjutkan usaha saya,” ungkap pemilik minuman kreasi dari jus buah tersebut.

Sementara itu, Diana menyampaikan bahwa nomor rekening miliknya yang berbeda bank dengan rekan UMKM yang telah menerima BLT, menjadi kendala.

“Saya kan rekeningnya Mandiri. Nah, yang sudah cair itu yang punya BRI. Jadi saya masih menunggu saja sampai hari ini,” pungkas produsen.



Baca juga: Presiden minta penyaluran bantuan langsung ke masyarakat dipercepat

Baca juga: 7.182 pelaku UMKM Pamekasan terdampak COVID-19 terima bantuan modal

Baca juga: Pemerintah salurkan Rp13,4 triliun Banpres bagi usaha mikro

 

Pewarta: Sella Panduarsa Gareta
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Rp3 miliar untuk warga terdampak PPKM Darurat di Denpasar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar