Lion Air khawatir PSBB Jakarta berdampak pada industri penerbangan

Lion Air khawatir PSBB Jakarta berdampak pada industri penerbangan

Ilustrasi: Pesawat udara berada di landasan pacu Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/aww. (ANTARA FOTO/FIKRI YUSUF)

tapi kami menganalisis dari PSBB yang awal dulu. Jadi yang kita lihat kebijakan-kebijakan antardaerahnya akan saling mempengaruhi enggak, itu kan faktor orang akan melakukan perjalanan atau mengurungkan niatnya
Jakarta (ANTARA) - Direktur Utama Lion Air Group Edward Sirait berharap pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) DKI Jakarta pada 14 September mendatang tidak berdampak ke industri penerbangan.

Edward dalam siaran pers di Jakarta, Jumat, mengaku khawatir dengan pengetatan di DKI Jakarta akan berdampak ke industri penerbangan.

Ia khawatir jika kebijakan Jakarta diikuti oleh daerah lain, kemungkinan akan terjadi penutupan akses masuk dan keluar wilayah.

“Dilihat dari kebijakan daerah lain juga, itu baru akan mempengaruhi kinerja penerbangan. Jika tidak diikuti daerah lain paling pengetatan protokol. Kita tetap menanti rinciannya (aturan),” kata Edward.

Baca juga: Kata Dirut Garuda soal industri penerbangan pulih di 2022

Dia mengaku belum mendapat informasi terkait adanya penutupan penerbangan imbas dari pengetatan PSBB yang akan dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta.

Jika permintaan mengalami penurunan, menurut dia, maka maskapai akan melakukan pengurangan rute yang terdampak.

Edward pun berharap pengetatan PSBB di Jakarta tak akan mempengaruhi penerbangan ke daerah lain.

Baca juga: Menhub: Pandemi COVID-19 ancam kebangkrutan industri penerbangan

“Sampai saat ini belum mendapat informasi, tapi kami menganalisis dari PSBB yang awal dulu. Jadi yang kita lihat kebijakan-kebijakan antardaerahnya akan saling mempengaruhi enggak, itu kan faktor orang akan melakukan perjalanan atau mengurungkan niatnya. Ya mudah-mudahan enggak ada (dampaknya). Hanya saja mungkin pengetatan protokol-protokol kesehatan yang dijalankan,” katanya.

Ia menjelaskan perjalanan bisnis masih mendominasi selama masa pandemi dibandingkan dengan perjalanan wisata dan kunjungan keluarga.

Baca juga: AP II sebut penerbangan nasional masuki fase pemulihan lebih awal Pergerakan masyarakat dengan pesawat untuk perjalanan bisnis mencapai 60 persen, kunjungan wisata 20 persen, dan 20 persen adalah perjalanan untuk kunjungan keluarga.

Menurut Edward, moda transportasi pesawat lebih aman dibandingkan dengan moda lainnya, karena di dalam pesawat terdapat teknologi yang memungkinkan adanya sirkulasi udara.

”Untuk Lion Air sendiri, load factor penumpang pesawat rata-rata masih berada di bawah 70 persen,” kata Edward.

Baca juga: Lion Air akui angkut penumpang lampaui 70 persen pada kondisi tertentu
 

Pewarta: Juwita Trisna Rahayu
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Sektor penerbangan dapat stimulus Rp215 miliar, tiket pesawat dijual murah

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar