Robot penyiram tanaman dikembangkan IPB University

Robot penyiram tanaman dikembangkan IPB University

Robot penyiram tanaman yang dikembangkan IPB University. (FOTO ANTARA/HO-IPB University)

Robot penyiram ini sudah diuji di "greenhouse" Departemen Ilmu Komputer Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam IPB University dengan hasil dapat menjalankan fungsi dengan baik
Jakarta (ANTARA) - IPB University mengembangkan inovasi robot penyiram tanaman yang diharapkan dapat mengubah anggapan generasi muda tentang pertanian yang kuno menjadi modern, menarik, dan menantang.

"Robot penyiram ini sudah diuji di 'greenhouse' Departemen Ilmu Komputer Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam IPB University dengan hasil dapat menjalankan fungsi dengan baik," kata dosen Departemen Ilmu Komputer IPB University Karlisa Priandana melalui siaran pers yang diterima di Jakarta, Jumat.

Robot penyiram tanaman yang dikembangkan Karlisa bersama mahasiswa Program Studi Teknik Komputer Sekolah Vokasi IPB University Friska Alvionita Gilda tersebut merupakan robot sederhana yang dilengkapi dengan navigasi line follower dan memanfaatkan sensor ultrasonik untuk mendeteksi keberadaan pot.

Robot tersebut juga dilengkapi dengan pompa air yang dapat dikendalikan secara otomatis untuk menyiram tanaman ketika mendeteksi keberadaan pot.

"Robot ini diharapkan dapat memudahkan petani modern dalam melakukan penyiraman tanaman karena dilakukan secara otomatis dan menjadi solusi masalah krisis regenerasi petani muda melalui etalase pertanian 4.0," katanya.

Ia menjelaskan yang disebut pertanian 4.0 adalah pertanian perkotaan cerdas di dalam rumah kaca dengan menggunakan robot dalam menyiram tanaman.

Disebutkannya bahwa mengatakan pengembangan yang perlu dilakukan dari robot tersebut adalah modifikasi beberapa komponen dan menambah ukuran badan robot agar mampu membawa tabung air yang lebih besar.

Selain itu, perlu penambahan mekanisme agar air dalam tabung dapat diisi secara otomatis dari penampungan atau keran air sehingga dapat digunakan di lingkungan yang lebih luas.

"Kualitas dan spesifikasi komponen elektronik, terutama sensor garis juga perlu ditingkatkan agar dapat berfungfsi dengan baik di semua kondisi pencahayaan," demikian Karlisa Priandana.

Baca juga: Mesin penyiram tanaman ini dibuat anak SMA 70

Baca juga: Petani Australia kembangkan robot pertanian

Baca juga: UMM wakili Indonesia di Kontes Robot Amerika untuk ketiga kalinya

Baca juga: Mahasiswa IPB teliti robot pendeteksi korban bencana

Baca juga: Universitas Telkom dan Uhamka juarai Kontes Robot Indonesia

Pewarta: Dewanto Samodro
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Mewujudkan ketahanan & kedaulatan pangan dengan pertanian urban

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar