Myanmar kembali terapkan 'lockdown', oposisi seru penundaan pemilu

Myanmar kembali terapkan 'lockdown', oposisi seru penundaan pemilu

Para petugas keamanan menyemprotkan air untuk membersihkan lantai pagoda Shawdagon, tempat bersejarah di negara itu di tengah penyebaran virus corona COVID-19, di Yangon, Myanmar (25/3/2020). ANTARA/REUTERS/Stringer/TM/aa. (REUTERS/STRINGER/STRINGER)

Yangon (ANTARA) -
Myanmar melaporkan 115 kasus baru virus corona pada Jumat, sehari setelah memberlakukan tindakan baru penguncian atau lockdown dalam upayanya mengatasi gelombang kedua infeksi.

Sementara itu setelah kemunculan wabah baru, partai-partai oposisi menyerukan penundaan pemilihan umum yang dijadwalkan pada November.

Penghitungannya mencapai 2.265 kasus dan 14 kematian setelah infeksi meningkat empat kali lipat selama sebulan terakhir, sejak virus muncul kembali di negara bagian barat Rakhine, setelah berminggu-minggu tanpa kasus domestik.

Kementerian kesehatan mengumumkan 115 kasus baru dalam posting Facebook pada Jumat, menyusul 142 kasus yang dilaporkan pada Kamis malam.

Pada Kamis pemerintah memerintahkan orang untuk tidak bepergian, kecuali dalam keadaan darurat.

Maskapai penerbangan domestik mengumumkan bahwa layanan telah ditangguhkan hingga akhir September dan otoritas kesehatan memperluas perintah tinggal di rumah ke hampir setengah dari kota-kota besar di sekitar Yangon, kota terbesar.

Sumber: Reuters

Baca juga: Sekolah di Spanyol ditutup karena sejumlah guru positif corona

Baca juga: Kasus corona Amerika Latin sentuh 8 juta


Penerjemah: Gusti Nur Cahya Aryani
Editor: Fardah Assegaf
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Indonesia desak Myanmar selesaikan akar masalah pengungsi Rohingya

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar