Pagu anggarannya tinggi, DPR pertanyakan "output" Balitbang Kementan

Pagu anggarannya tinggi, DPR pertanyakan "output" Balitbang Kementan

Ilustrasi: Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (tengah) mengikuti rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi IV DPR di komplek Parlemen, Jakarta, Senin (17/2/2020). ANTARA FOTO/Reno Esnir/ama. (ANTARA/RENO ESNIR)

Belanja non-operasional ini sampai Rp1 triliun, saya tidak permasalahkan seberapa pun anggarannya, tapi output-nya apa...
Jakarta (ANTARA) - Komisi IV DPR RI mempertanyakan besarnya pagu anggaran belanja pegawai Balitbang Kementerian Pertanian (Kementan) tahun 2021, yang di dalamnya mencakup gaji pegawai mencapai Rp498,62 miliar.

Dalam rapat dengar pendapat Eselon I Kementerian Pertanian bersama Komisi IV DPR, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementan Fadjry Djufry memaparkan bahwa rancangan pagu anggaran Balitbangtan pada tahun 2021 sebesar Rp1,7 triliun.

Anggaran tersebut mencakup belanja pegawai yang mencapai Rp498,62 miliar dengan rincian gaji 5.770 PNS, serta tenaga honorer kurang lebih 2.000 pegawai.

Baca juga: Mentan minta anggaran 2021 ditambah Rp10 triliun

"Anggap 8.000 (pegawai). Rp498 miliar dibagi 8 ribu, berarti rata-rata gajinya lebih besar dari anggota DPR Rp62 juta lebih, cobalah hitung. Anggota DPR bawanya sedikit sekali. Saya juga bingung mau bicara apalagi," kata Sudin dalam rapat di Komisi IV Jakarta, Jumat.

Menanggapi hal tersebut Kepala Balitbangtan Fadjry Djufry menjelaskan bahwa anggaran gaji pegawai juga termasuk pada tunjangan untuk profesor atau peneliti yang diberikan per bulan.

"Ada tunjangan operasional, Pak Ketua, seperti tunjangan profesor itu Rp5 juta per bulan," kata Fadjry.

Baca juga: Mentan sebut realisasi anggaran hingga Juli 2020 capai 44 persen

Selain itu Sudin sebagai pimpinan rapat tersebut juga mempertanyakan belanja non-operasional Balitbangtan yang mencapai Rp1 triliun.

Pagu anggaran belanja non-operasional ini antara lain meliputi penelitian, penyebaran informasi penelitian, produksi benih sumber dan sebar, upah harian lepas, kerja sama penelitian dengan perguruan tinggi, swasta, dan stakeholder lainnya.

"Belanja non-operasional ini sampai Rp1 triliun, saya tidak permasalahkan seberapa pun anggarannya, tapi output-nya apa, mau Rp10 triliun boleh, tetapi apa yang dihasilkan," kata Sudin.

Baca juga: Balitbangtan terus berinovasi hasilkan produk olahan pangan sehat

 

Pewarta: Mentari Dwi Gayati
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Pemkab Pandeglang - Kementan akselerasi pengembangan talas beneng

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar