700 rumah warga Tantui Ambon jadi "Kampung Pelangi"

700 rumah warga Tantui Ambon jadi "Kampung Pelangi"

Gubernur Maluku Murad ismail dan istrinya Widya Pratiwi mengecat atas salah satu rumah warga di kampung Tomia dan kampung Jawa Kelurahan Pandan Kasturi, Tantui Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, JUmat (11/9). Gubernur mencanangkan 11 September 2020 bertepatan dengan HUT ke-59 dirinya sebagai program Kalesang Negeri. (ANTARA FOTO/Jimmy Ayal)

Ambon (ANTARA) - Sebanyak 700 unit rumah warga di kawasan Kampung Tomia dan Kampung Jawa Kelurahan Pandan Kasturi, Tantui Kecamatan Sirimau, Kota Ambon di cat ulang dengan aneka warna untuk menjadi "Kampung Pelangi".

Pengecatan atap ratusan rumah warga tersebut menjadi "Kampung Pelangi" menandai peluncuran program Gerakan "Kalesang Negeri, Lingkungan Masyarakat Sehat" oleh Gubernur Maluku Murad Ismail, di Ambon, Jumat.

Pengecatan atap rumah warga tersebut dilakukan serentak oleh Gubernur Murad bersama istrinya Widya Pratiwi, Wagub Barnabas Orno, Kapolda Maluku Irjen Pol Baharudin Djafar dan Pangdam XVI Pattimura Mayjen TNI. Agus Rohman.

Baca juga: Pertamina EP ubah kampung nelayan jadi kampung "pelangi"

Gubernur Murad Ismail mengatakan, Gerakan Sebelas September yang bertepatan dengan Hari Ulang Tahunnya ke-59, akan dilakukan serentak setiap tahun.

"Program ini akan dilakukan serentak di seluruh kabupaten/kota di Maluku. Ini merupakan salah satu kebijakan ke depan agar lingkungan di Maluku berubah secara signifikan," katanya.

Menurutnya, gerakan Kalesang Negeri adalah upaya membangun kesadaran komponen masyarakat untuk peduli dan mencintai lingkungannya.

"Gerakan ini merupakan salah satu upaya mendorong partisipasi masyarakat. Menjaga kebersihan perlu dilakukan semua pihak agar kebersihan lingkungan terjaga," tandasnya.
Gubernur Maluku Murad ismail dan istrinya Widya Pratiwi mengecat atap salah satu rumah warga di kampung Tomia dan kampung Jawa Kelurahan Pandan Kasturi, Tantui Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Jumat (11/9). Gubernur mencanangkan 11 September 2020 bertepatan dengan HUT ke-59 dirinya sebagai program Kalesang Negeri. (ANTARA FOTO/Jimmy Ayal)

Gerakan yang melibatkan komunitas Peduli Sungai, Lingkungan dan Negeri yang tersebar di 11 kabupaten/kota di Maluku, diharapkan menjawab permasalahan kehidupan sosial dan berkontribusi besar terhadap kelestarian lingkungan.

"Kita cat atas rumah warga biar jadi bagus rumah ini dan dari jauh kelihatan seperti pelangi,” kata Gubernur.

Dia mengapresiasi kepedulian komunitas masyarakat yang menginisiasi gerakan Kalesang Negeri dan diharapkan dukungan penuh pemerintah berbagai komponen terhadap upaya pelestarian lingkungan tersebut.

Menurutnya upaya mendorong partisipasi masyarakat menjaga kebersihan lingkungan masing-masing perlu dilakukan pada semua tingkatan mulai dari Bupati/Walikota, para raja, Latupati, Kepala Desa, Lurah, Ketua RT dan RW hingga masyarakat.

Baca juga: Kamal Muara, warna Bugis di pelangi Jakarta

"Hanya dengan peran serta seluruh komponen masyarakat kebersihan lingkungan akan terjaga secara berkesinambungan," tandasnya.

Sejumlah pimpinan instansi TNI-Polri dan lembaga juga hadir dalam pencanangan tersebut dan ikut bersama-sama mengecat atap rumah warga di Tantui, di antaranya Danlantamal IX Ambon Laksma TNI Eko Jokowiyono, Kajati Maluku Rorogo Zega, Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy, pimpinan OPD Pemprov Maluku dan Pemkot Ambon, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta pimpinan BUMD dan BUMD dan masyarakat.

Baca juga: Wisata swafoto di Kampung Pelangi Semarang
Baca juga: Menaker Hanif resmikan Kampung Pelangi pertama

Pewarta: Jimmy Ayal
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Gubernur dorong produk UMKM Maluku berkembang di pasar nasional

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar