Pemerintah manfaatkan BLK Komunitas tingkatkan kapasitas pekerja

Pemerintah manfaatkan BLK Komunitas tingkatkan kapasitas pekerja

Tangkapan layar - Menteri Koordinator Perekonomian sekaligus Ketua Komite Penanganan Covid dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PCPEN) Airlangga Hartarto dalam konferensi pers di BNPB, Jakarta pada Kamis (10/9/2020). ANTARA/Aji Cakti/am.

Pemerintah juga telah menjalankan berbagai kebijakan dan program terkait ketenagakerjaan di masa pandemi COVID-19
Jakarta (ANTARA) - Pemerintah memanfaatkan Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas untuk meningkatkan kapasitas kemampuan dan keahlian para pekerja dalam masa pandemi COVID-19.

"Pemerintah juga telah menjalankan berbagai kebijakan dan program terkait ketenagakerjaan di masa pandemi COVID-19 ini," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu.

BLK Komunitas, lanjut Airlangga, diharapkan dapat menjadi penyedia pelatihan, utamanya untuk mendorong pelatihan luar jaringan (luring) di daerah yang masih memiliki keterbatasan infrastruktur teknologi komunikasi.

Baca juga: Kemenko Perekonomian ajak pemda sinergi perkuat Kartu Prakerja

Salah satunya program terkait ketenagakerjaan di masa pandemi adalah melalui Program Kartu Prakerja yang kini diposisikan sebagai semi bantuan sosial (bansos).

Semi bansos ini ditujukan kepada pekerja yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), dirumahkan, dan pekerja informal terdampak.

Program ini memberikan bantuan biaya pelatihan dan insentif dengan total bantuan Rp3.550.000 untuk 5,6 juta orang penerima.

Ketika menghadiri kegiatan Naker tanggap COVID 2020 di Bali pada Sabtu (12/9), Menko Airlangga mengungkapkan hingga saat ini, lebih dari 22 juta orang telah melakukan pendaftaran dan sebanyak 3,8 juta orang telah ditetapkan mendapatkan Kartu Prakerja.

Selain itu, terdapat 1,6 juta orang telah menyelesaikan pelatihan dan 933 ribu telah mendapatkan insentif.

Baca juga: Airlangga: Pemerintah pusat-daerah bergerak satu aksi tangani COVID-19

"Ke depan program ini akan terus ditingkatkan dengan membuka pendaftaran dan pelatihan luring dengan mempertimbangkan wilayah," imbuh Menko Airlangga dalam acara yang diselenggarakan Kementerian Ketenagakerjaan itu.

Selain menjadi penyedia pelatihan luring, lanjut dia, BLK Komunitas juga menjadi fasilitas yang mendorong pengembangan program pelatihan vokasi secara masif.

"Melalui pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja dan juga mendorong kewirausahaan sehingga pada akhirnya dapat menekan angka pengangguran dan memulihkan perekonomian," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengungkapkan sejak dirilis tahun 2017 telah terbangun sebanyak 1.113 BLK Komunitas yang tersebar di seluruh Indonesia hingga tahun 2019.

Baca juga: Pemerintah berencana lanjutkan subsidi gaji hingga kuartal II 2021

Sementara di tahun 2020 direncanakan akan membangun 1.000 BLK Komunitas.

Program yang ditujukan untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia ini tadinya difokuskan ke lembaga keagamaan.

"Saat ini kami perluas penyebarannya dengan melibatkan peran serikat pekerja. Ada beberapa BLK Komunitas yang berbasis komunitas serikat pekerja dan serikat buruh yang dimulai dari tahun 2020 ini," imbuh Menaker Ida.

Baca juga: Kisah sukses pemuda manfaatkan pelatihan Kartu Prakerja

Baca juga: Erick dukung BP2MI sinergikan data pekerja migran dan kartu prakerja

Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor: Satyagraha
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Cerita peserta Kartu Prakerja

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar