Balap Sepeda

Kevin Reza bertekad lebih banyak suarakan kesetaraan ras

Kevin Reza bertekad lebih banyak suarakan kesetaraan ras

Pebalap B&B Hotels-Vital Concept Kevin Reza (kanan) sedang membalap di etape delapan Tour de France 2020, (5/9/2020). ANTARA/REUTERS/Benoit Tessier/aa.

Saya berpikir untuk mengangkat hal-hal ini, tentang memperlihatkan dukungan saya untuk gerakan ini
Jakarta (ANTARA) - Pebalap tim B&B Vital Concept Kevin Reza bertekad untuk lebih banyak lagi menyuarakan kesetaraan ras, saat ia membalap di Tour de France 2020.

Gelombang dukungan para atlet untuk gerakan "Black Lives Matter" telah bergelora di sejumlah cabang olahraga. Setelah para pemain Liga Inggris melakukan aksi berlutut, yang terkini adalah langkah juara US Open Naomi Osaka mengenakan masker-masker bertuliskan nama-nama korban ketidakadilan rasial.

Reza, yang merupakan satu-satunya pebalap sepeda berkulit hitam di Tour de France 2020, mengatakan ia menginginkan rekan-rekannya di balapan elit itu turut memberi dukungan, namun karena dunia balap sepeda profesional mayoritas dihuni orang-orang kulit putih, ia merasa kerap berjuang sendirian.

Baca juga: Kragh Andersen jadi yang tercepat pada etape 14 Tour de France

"Itu menyedihkan. Anda dapat melihat nama-nama besar di olahraga angkat suara, membuat keributan, untuk memperlihatkan dukungan mereka terhadap gerakan ini," kata Reza kepada Reuters.

"Saya Kevin Reza, saya tidak memikul beban di dunia olahraga seberat Lewis Hamilton di Formula One atau LeBron James di NBA," tambahnya.

Meski demikian, Reza yang berasal dari Prancis merasa masih dapat membuat perbedaan.

"Saya berpikir untuk mengangkat hal-hal ini, tentang memperlihatkan dukungan saya untuk gerakan ini. Ini tidak selalu mudah dan ini sulit untuk dipertahankan dan untuk tidak memikirkan dengan tepat apa yang sebenarnya Anda inginkan. Namun bukan berarti saya tidak mendukung gerakan ini," papar pebalap 32 tahun itu.

Secara pribadi Reza tidak beranggapan bahwa dunia balap sepeda merupakan dunia yang rasis, namun ia pernah menjadi korban pelecehan rasial.

Baca juga: Klasemen sementara Tour de France setelah etape ke-14

Pada 2014, ia menuding Michael Albasini melontarkan pelecehan rasial saat membalap di Tour de France. Albasini sendiri berdalih bahwa Reza keliru memahami pernyataan darinya.

Saat itu Reza mendapat dukungan dari manajer timnya Jean-Rene Bernaudeau.

"Ia (Bernaudeau) merupakan manajer dengan hati yang besar, yang tidak pernah mau mengecewakan para pebalapnya. Ia adalah seseorang yang sangat saya hormati dan itu tidak akan saya lupakan," tutur Reza.

Pada tahun yang sama Reza melengkapi komposisi "Black, White, Beur (Arab)" ala Prancis di podium bersama Arnaud Demare dan Nacer Bouhanni.

Saat itu Reza sempat berkomentar bahwa sejumlah pihak tidak suka dengan hasil bagus itu, meski ia tidak pernah menjelaskan siapa yang dimaksud dengan sejumlah pihak itu.

Menurut Reza saat itu sulit untuk berjuang sendiri mengampanyekan kesetaraan ras karena ia masih muda, dan hanya ingin fokus pada penampilannya di Tour de France.

"Namun melihat ke belakang, hari ini saya telah berusia 32 tahun, saya memiliki sepuluh tahun karier di belakang saya, maka saya merasa lebih bebas dan siap untuk berjuang dan bergerak maju," pungkasnya.

Baca juga: Dani Martinez catatkan kemenangan etape pertamanya di Tour de France

Pewarta: A Rauf Andar Adipati
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Cerita kegiatan keseharian Aa Gym, hingga terkonfirmasi positif COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar