Pemerintah: Ketersediaan tempat tidur di RS sesuai ketentuan WHO

Pemerintah: Ketersediaan tempat tidur di RS sesuai ketentuan WHO

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 dr. Reisa Broto Asmoro berbicara dalam konferensi pers di Graha BNPB Jakarta, Selasa (25/8/2020). ANTARA/Katriana/am.

Jakarta (ANTARA) - Juru bicara Pemerintah dr Reisa Broto Asmoro menekankan jumlah bed occupancy ratio atau ketersediaan tempat tidur di rumah sakit seluruh Indonesia sesuai ketentuan organisasi kesehatan dunia atau WHO.

"Dari informasi Kementerian Kesehatan, bed occupancy ratio atau ketersediaan tempat tidur di seluruh RS di Indonesia dalam kondisi aman sesuai ketentuan WHO," kata Reisa dalam konferensi pers di Jakarta, Senin.

Baca juga: Dokter Reisa: Masih terjadi perubahan dinamis zona risiko COVID-19

Baca juga: dr Reisa: Perhatikan tujuh protokol kesehatan di angkutan umum


Reisa mengatakan ketersediaan tempat tidur di seluruh RS di Indonesia dapat mengantisipasi lonjakan 20 persen pasien COVID-19.

"Jumlah tempat tidur dapat mengantisipasi jika terjadi lonjakan 20 persen. Tapi, kita tidak mengharapkan itu terisi ya," ujar Reisa.

Dia mengatakan jumlah akumulasi kasus positif COVID-19 hingga 14 September 2020 sebanyak 221.523 kasus.

Namun jika melihat kasus aktif, terjadi penurunan di beberapa tempat.

"Jumlah kasus aktif hari ini 54.277, dibandingkan hari sebelumnya 54.649 kasus. Angka ini per 14 September 2020, pukul 12.00 WIB," tuturnya.

Baca juga: Laboratorium biomolekuler Unsrat bisa periksa 1.000 sampel sehari

Pewarta: Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

30 Menit - dr. Reisa jawab dengan gamblang sejumlah isu seputar COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar