Kepolisian Yunani tangkap 5 orang terkait kebakaran kamp migran Moria

Kepolisian Yunani tangkap 5 orang terkait kebakaran kamp migran Moria

Pengungsi dan imigran dari kamp Moria yang hancur tidur di pinggir jalan, di kepulauan Lesbos, Yunani, Minggu (13/9/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Alkis Konstantinidis/AWW/djo (REUTERS/ALKIS KONSTANTINIDIS)

Kami memberitahukan mereka bahwa mereka harus masuk dalam fasilitas (kamp sementara), namun mereka menolak. Mereka ingin meninggalkan pulau ini,
Lesbos, Yunani (ANTARA) - Kepolisian Yunani telah menahan lima orang terkait kebakaran yang melalap kamp Moria, tempat pengungsi dan migran di Pulau Lesbos, demikian menurut keterangan petugas senior pihak berwenang, Selasa.

Otoritas masih memburu satu orang lainnya, kata Menteri Perlindungan Penduduk Michalis Chrisohoidis, tanpa memberikan keterangan rinci lebih jauh.

Lebih dari 12.000 orang, kebanyakan pengungsi dari Afghanistan, Afrika, dan Suriah, telantar tanpa tempat bernaung, fasilitas kebersihan yang layak, maupun akses terhadap makanan dan minuman setelah api menghanguskan lokasi mereka berlindung di kamp Moria, Rabu (9/9) pekan lalu.

Di kamp sementara yang berlokasi di area Kara Tepe dengan 5.000 ranjang tersedia, hanya sekitar 1.000 orang yang mengisinya sejauh ini, menurut pejabat pemerintah. Sementara itu, ruang tambahan sedang disiapkan.

Baca juga: Berlin akan tampung ratusan anak dari kamp pengungsi Yunani
Baca juga: PBB minta Yunani lindungi pengungsi saat musim dingin


Para migran, yang mengenakan masker, mengantre di luar gerbang kamp untuk mendapat air, makanan, dan selimut dari para pekerja kemanusiaan sebelum mereka masuk ke dalam kamp.

Pengujian deteksi COVID-19 juga telah dijalankan, dan sedikitnya 25 orang mendapat hasil positif terinfeksi--sehingga upaya penyelesaian masalah pencari suaka menjadi semakin rumit.

Namun, ribuan pengungsi lainnya enggan memasuki tenda di kamp tersebut, kata petugas kepolisian, karena khawatir kehidupan mereka di sana tidak akan lebih baik daripada kondisi tak layak di kamp Moria, Pengungsi juga berharap dapat meninggalkan pulau itu.

"Kami memberitahukan mereka bahwa mereka harus masuk dalam fasilitas (kamp sementara), namun mereka menolak. Mereka ingin meninggalkan pulau ini," ujar petugas yang tak ingin disebutkan identitasnya.

Ribuan dari mereka, termasuk perempuan dan anak, menghabiskan malam-malam di tenda sementara yang didirikan di jalanan luar kamp sementara.

Sebelumnya, pada hari ini pula, seorang narasumber di pemerintahan Jerman mengatakan bahwa negara itu bersedia menampung hingga 1.500 orang yang telantar akibat kebakaran Moria, sebagai tambahan dari 100-150 orang yang sudah disetujui untuk ditampung.

Hanya beberapa ratus migran, kebanyakan anak di bawah umur tanpa pendamping, yang telah dipindahkan dari Pulau Lesbos. Otoritas Yunani menyebut tidak akan ada pemindahan massal dan semua pencari suaka harus masuk ke lokasi penampungan baru.

"Tidak ada seorang pun yang akan meninggalkan Lesbos tanpa terlebih dulu memasuki kamp sementara," ujar Menteri Chrisohoidis.

Pada Sabtu (12/9), Perdana Menteri Kyriakos Mitsotakis mengatakan bahwa tidak peduli apa yang terjadi, sebuah pusat penampungan permanen akan didirikan di Lesbos untuk menggantikan kamp Moria yang telah kelebihan kapasitas.

Sumber: Reuters

Baca juga: Kebakaran di kamp pengungsi Yunani, ribuan orang lari
Baca juga: Di Yunani, 20 pencari suaka di kamp pengungsi positif corona

Penerjemah: Suwanti
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar