Jelang HUT 75, PMI berkomitmen terus beri solusi bagi kemanusiaan

Jelang HUT 75, PMI berkomitmen terus beri solusi bagi kemanusiaan

Tangkapan layar logo Palang Merah Indonesia (PMI). (Istimewa)

Jakarta (ANTARA) - Palang Merah Indonesia (PMI) berkomitmen untuk terus memberikan solusi terhadap berbagai masalah kemanusiaan yang melanda Indonesia, menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 PMI yang jatuh pada 17 September 2020.

"Kami ingin menjaga peran itu, mendampingi masyarakat, membantu pemerintah untuk memberi solusi berbagai persoalan kemanusiaan," kata Sekretaris Jenderal PMI Sudirman Said melalui keterangan tertulis kepada ANTARA, Jakarta, Rabu.

Ia mengatakan di usia PMI yang sama tuanya dengan usia Republik Indonesia, PMI telah menjadi saksi perjalanan sejarah bangsa dan selalu terlibat dalam aksi-aksi kemanusiaan di Indonesia.

"Tidak ada peristiwa kemanusiaan yang tidak melibatkan organisasi dan relawan PMI," katanya.

Baca juga: JK ajak masyarakat mendonorkan darahnya di masa pandemi COVID-19

Baca juga: PMI buka pendaftaran untuk menjadi sukarelawan kemanusiaan


PMI sampai saat ini terus membangun kapasitas dan terus mendapat kepercayaan dari masyarakat sebagai organisasi yang terus memberikan solusi bagi setiap permasalahan kemanusiaan.

Basis PMI saat ini telah tersebar di seluruh provinsi, di 439 kabupaten/kota, 3.406 kecamatan dan juga telah memiliki 223 unit donor darah.

"Lebih dari 2 juta warga negara telah bergabung menjadi relawan PMI, dari para donor darah sukarela (DDS), Palang Merah Remaja (PMR-Pelajar), Korps Suka Rela (KSR, Mahasiswa), Tenaga Suka Rela (TSR, masyarakat umum), sampai relawan terlatih SATGANA. Kami ingin menjaga peran itu, mendampingi masyarakat, membantu pemerintah untuk memberi solusi berbagai persoalan kemanusiaan," katanya.

Sementara itu, selain terus memberikan bantuan donor darah, PMI juga terus mengupayakan aksi kemanusiaan lain seperti upaya penanggulangan bencana, pelayanan kesehatan, bantuan bagi korban konflik dan lain sebagainya.

Ke depan, PMI akan terus mengupayakan aksi-aksi kemanusiaan yang dibutuhkan masyarakat dan juga akan memperluas peran tersebut pada urusan-urusan strategis lain seperti isu perubahan iklim, penanggulangan kemiskinan dan lain-lain.

Menurut mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada Kabinet Kerja itu, isu kemiskinan akan berkembang menjadi krisis dan bencana kemanusiaan jika tidak segera diantisipasi.

Oleh karena itu, PMI berupaya untuk terus memperkuat kapasitas dengan mengupayakan modernisasi organisasi tersebut.

"Ketua Umum PMI Pak Jusuf Kalla memberi arahan agar di periode ini, PMI melakukan modernisasi organisasi, memaksimalkan penggunaan teknologi informasi menjadi tema penguatan organisasi PMI ke depan," demikian Sudirman Said.*

Baca juga: KJRI Hong Kong-Polisi Wanchai kerja sama lindungi PMI

Baca juga: SBMI Malaysia dampingi pemulangan 72 pekerja Indonesia di Penang

Pewarta: Katriana
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Malaysia deportasi 242 Pekerja Migran Indonesia

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar