Dua aset LMAN dimanfaatkan untuk fasilitas kesehatan penanganan COVID

Dua aset LMAN dimanfaatkan untuk fasilitas kesehatan penanganan COVID

Tenaga medis beraktivitas di halaman tower lima Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, di Jakarta, Jumat (11/9/2020). Satuan Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 berencana membuka Tower lima yang berkapasitas 886 kamar atau sekitar 1.772 tempat tidur untuk pasien positif COVID-19 tanpa gejala guna melakukan isolasi mandiri. ANTARA FOTO/Ariella Annasya/gp/foc. (ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA)

Kita berikan tambahan ruang perawatan secara 'free', sehingga kita bisa berkontribusi dalam penanganan COVID
Jakarta (ANTARA) - Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) melakukan optimalisasi sebanyak dua aset yang telah dimanfaatkan sebagai fasilitas kesehatan untuk mengatasi penyebaran COVID-19.

Direktur Utama LMAN Basuki Purwadi saat melakukan media visit ke ANTARA di Jakarta, Rabu, mengatakan kedua aset tersebut adalah ruko di Caringin sebagai puskesmas dan Rumah Sakit Arun di Lhokseumawe, Aceh.

"Kita tahu ada kebutuhan luar biasa. Itu kita berikan tambahan ruang perawatan secara free, sehingga kita bisa berkontribusi dalam penanganan COVID," katanya.

Baca juga: LMAN telah realisasikan dana pembebasan lahan PSN hingga Rp11 triliun

Ia mengatakan upaya ini dilakukan sebagai sumbangan LMAN dalam menanggulangi penyebaran wabah yang makin meluas dan terus memakan korban jiwa di berbagai daerah.

Tidak hanya itu, selama masa pandemi COVID-19, ia menambahkan, LMAN juga melakukan relaksasi dalam kebijakan pengelolaan aset, salah satunya dengan memberikan penundaan pembayaran sewa kepada mitra.

"Kita berikan penundaan pembayaran, kalau sebelumnya mitra harus membayar, ini ditunda dulu, supaya mereka bisa survive dalam menjalankan aktivitasnya," kata Basuki.

Saat ini, LMAN tercatat telah mengelola aset sebesar Rp37 triliun dengan optimalisasi aset properti sebanyak 31 bangunan yang tersebar di DKI Jakarta, Medan, dan Semarang, serta termasuk dua kilang gas alam cair (LNG).

"LMAN mengelola aset LNG d Arun dan Badak, kemudian aset kelolaan gedung, apartemen dan tanah, lahan. Sampai saat ini, aset properti yang sudah dioptimalkan sebanyak 30-an, yang dikerjasamakan dengan pihak ketiga," ujarnya.

Dari optimalisasi aset tersebut, meski adanya relaksasi pembayaran sewa, LMAN mengharapkan adanya penerimaan negara bukan pajak (PNBP) pada akhir 2020 bisa mencapai Rp3,1 triliun.

"Untuk periode Januari-September, perolehan PNBP LMAN sudah mencapai Rp2,7 triliun. Target kami, pada akhir 2020 bisa mencapai Rp3,1 triliun," kata Basuki.

Baca juga: LMAN kelola 234 aset negara hingga Juni 2020
Baca juga: Lembaga Manajemen Aset Negara siap dukung penanggulangan COVID-19

Pewarta: Satyagraha
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

LMAN tandatangani komitmen pembayaran dana talangan BUJT 2019

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar