Satgas PEN yakin paket stimulus mampu ungkit ekonomi kuartal III 2020

Satgas PEN yakin paket stimulus mampu ungkit ekonomi kuartal III 2020

Ketua Satuan Tugas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional (PEN) Budi Gunadi Sadikin. ANTARA/Aji Cakti

Dengan bekerja keras salurkan Rp100 triliun, kita harap dalam tiga bulan terakhir ini kita bisa berikan daya ungkit ekonomi yang cukup besar untuk kuartal III
Jakarta (ANTARA) - Satuan Tugas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional (PEN) meyakini anggaran stimulus PEN, yang ditargetkan tersalurkan hingga Rp100 triliun akhir September 2020, akan memberikan daya ungkit ekonomi yang cukup besar pada kuartal III 2020, sehingga mampu memperbaiki pertumbuhan ekonomi dibanding kuartal sebelumnya.

Hal itu dikatakan Ketua Satgas PEN Budi Gunadi Sadikin dalam jumpa pers daring dari Kantor Presiden, Jakarta, Rabu, menjawab peluang Indonesia lepas dari ancaman resesi ekonomi pada kuartal III 2020 melalui berbagai kebijakan stimulus ekonomi dalam program PEN.

"Tetapi, memang ada variabel lain yang kita tidak tahu apakah turunnya lebih dalam atau kemudian ada sektor lain yang tidak produktif, itu di luar perkiraan kita. Tapi, dengan bekerja keras salurkan Rp100 triliun, kita harap dalam tiga bulan terakhir ini kita bisa berikan daya ungkit ekonomi yang cukup besar untuk kuartal III," katanya.

Baca juga: Pemerintah kebut realisasi banpres dan bantuan produktif September ini

Budi menjelaskan hingga awal pekan ini anggaran stimulus PEN yang sudah tersalurkan mencapai Rp87,5 triliun.

Dengan demikian, dalam dua pekan terakhir, Satgas PEN akan mengebut pencairan anggaran agar mencapai Rp100 triliun untuk meningkatkan konsumsi domestik.

Wakil Menteri II BUMN itu memberikan gambaran bahwa saat ini rasio fiskal untuk menghitung efek ganda berlipat (multiplier effect) dari sebuah stimulus adalah 2,1.

Dengan begitu, jika pemerintah menyalurkan stimulus hingga Rp100 triliun, maka akan terungkit hingga Rp210 triliun dalam perputaran kegiatan ekonomi di masyarakat.

Sedangkan, pada kuartal II 2020 lalu, laju ekonomi Indonesia tercatat minus 5,3 persen.

Jika dihitung secara normatif menggunakan asumsi produk domestik bruto Indonesia yang setiap kuartal sebesar Rp3.625 triliun, maka pada kuartal II 2020, ekonomi Indonesia menurun sebesar Rp188 triliun.

Oleh karena itu pula, Satgas PEN memberikan target penyaluran stimulus PEN hingga Rp100 triliun pda akhir kuartal III 2020 atau September 2020 ini agar memberikan daya ungkit ekonomi sebesar Rp210 triliun di masyarakat.

Dengan begitu, daya ungkit ekonomi yang dihasilkan dapat mengompensasi penurunan laju kegiatan ekonomi kuartal II 2020 yang sebesar Rp188 triliun.

"Sehingga, mudah-mudahan itu bisa berikan dampak ke PDB sekitar 2,1 kali Rp100 triliun, jadi Rp210 triliun. Hitungan kasarnya seperti itu,” ujar dia.

Baca juga: Sri Mulyani sebut ekonomi triwulan III masih tumbuh di zona negatif
Baca juga: ADB pertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi RI


Pewarta: Indra Arief Pribadi
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Kilas NusAntara Sore

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar