Seoul (ANTARA News/AFP) - Seorang pejabat senior China yang berusaha untuk memulai kembali perundingan-perundingan perlucutan senjata nuklir diperkirakan akan bertemu dengan pemimpin Korea Utara, Kim Jong-Il, Senin ini, demikian laporan-laporan media setempat.

Hal itu terjadi pada saat Korea Utara dan Korea Selatan mengadakan perundingan terpisah untuk membahas menghidupkan kembali proyek-proyek pariwisata mereka yang terhenti.

Kunjungan Wang Jiarui, kepala departemen internasional Partai Komunis China, itu terjadi sesaat sebelum penasehat politik terkemuka Sekjen PBB Ban Ki-moon, Lynn Pascoe, tiba di Pyongyang.

Media Korea Selatan memperkirakan Wang, yang telah bertemu dengan Kim beberapa kali di waktu lalu, akan mengatakan pertemuan lagi Senin malam, pada hari terakhir apa yang disebut Beijing kunjungan persahabatan itu.

China menjadi tuan rumah perundingan-perundingan enam negara, di mana sekutunya, Korea Utara memutuskan untuk keluar dari forum itu April lalu, sebulan sebelum melakukan uji coba senjata nuklirnya yang kedua.

Sebagai syarat untuk kembali ke meja perundingan, Korea Utara ingin Washington menyetujui mengadakan perundingan-perundingan perdamaian secara resmi, dan meminta PBB mencabut sanksi-sanksinya.

Dalam sikap damainya kepada Washington baru-baru ini, Pyongyang Sabtu membebaskan seorang misionaris AS, yang telah menyeberangi perbatasan negaranya pada 25 Desember lalu, untuk melakukan kampanye sendirian menyiarkan pelanggaran-pelanggaran HAM Korea Utara.

Pascoe Selasa mulai kunjungan empat harinya ke Pyongyang, dan mengatakan, dia akan membahas berbagai isu dengan pejabat-pejabat di sana.

Korea Utara, yang dihantam sanksi-sanksi keras karena peluncuran rudal dan uji coba senjata nuklir tahun lalu, telah mendesak untuk menghidupkan kembali proyek-proyek bisnisnya dengan Korea Selatan, meskipun terjadi serangan lintas batas dari militer Pyongyang.

Kedua pihak mulai berunding Senin, mengenai kemungkinan pelanjutan kembali kunjungan wisata yang menghasilkan penerimaan puluhan juta dolar setiap tahun ke Korea Utara, sebelum mereka menghentikan kegiatan itu.

Pembicaraan-pembicaraan dilakukan meskipun terjadi peningkatan ketegangan militer, yang dipicu oleh latihan-latihan penembakan artileri bulan lalu, di dekat perbatasan laut yang disengketakan.

Kementerian unifikasi Korea Selatan mengatakan, pihaknya akan meminta jaminan keamanan sebelum pihaknya memulai kembali kegiatan turisme ke tempat liburan Gunung Kumgang, Korea Utara.

Seoul menghentikan kegiatan itu setelah tentara Korea Utara pada Juli 2008 menembak mati seorang ibu rumah tangga Seoul, yang tersasar ke zona terbatas militer di tempat liburan tersebut.

Lima bulan kemudian, Pyongyang menghentikan kunjungan sehari sejumlah warga Korea Selatan ke kota bersejarah mereka, Kaesong, karena hubungan memburuk.

Korea Utara adalah musuh lama pemerintah konservatif Korea Selatan, yang mengaitkan bantuan besar mereka dengan kemajuan perundingan denuklirisasi.

Pihaknya menyalahkan Seoul atas kematian para turis dan menolak mengizinkan melakukan pemeriksaan di tempat kejadian.

Kementerian unifikasi, yang dilaporkan memulai perundingan-perundingan Senin di Kaesong, mengatakan, Korea Utara harus menjelaskan tentang tragedi yang terjadi, dan mengambil tindakan untuk mencegah hal tersebut berulang kembali.

Sekitar 1,9 juta pengunjung, sebagian besar warga Korea Selatan, telah mengunjungi resor Gunung Kumgang yang dibiayai Seoul, sejak tempat itu dibuka pada 1998.

Selama sepuluh tahun, penerimaan Korea Utara dari sektor pariwisata ini mencapai jumlah 487 juta dolar.(*)

Pewarta:
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2010