Ibu hamil meninggal akibat COVID-19 di Kabupaten Sukabumi

Ibu hamil meninggal akibat COVID-19 di Kabupaten Sukabumi

Ilustrasi - Petugas memakamkan jenazah COVID-19, di TPU Pondok Ranggon, Jakarta, Selasa (8/9/2020). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/hp.

Sukabumi, Jabar (ANTARA) - Seorang ibu hamil asal Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, meninggal dunia karena mengidap COVID-19, wanita berusia 41 tahun tersebut diketahui terkonfirmasi positif setelah menjalani pemeriksaan usap (swab) di salah satu rumah sakit.

"Almarhum sudah dikebumikan yang proses pemakamannya sesuai protokol COVID-19," kata perwakilan dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Sukabumi Eneng Yulia di Sukabumi, Rabu.

Menurutnya, dari hasil tracing dan tracking ternyata yang bersangkutan tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah zona merah maupun kontak erat dengan pasien positif sebelumnya, Hanya saja, pernah melakukan pemeriksaan kehamilan di dua klinik berbeda salah satunya di klinik yang berbatasan dengan Bogor.

Informasi yang dihimpun, wanita tersebut usia kandungannya sudah lima bulan dan janinnya pun ikut meninggal dunia. Selain itu, pihaknya juga sudah melakukan tracing kepada keluarganya dengan melakukan pemeriksaan swab dan rapid test.

Baca juga: Warga Sukabumi positif COVID-19 bertambah tujuh orang

Baca juga: Jenazah TKW asal Sukabumi dipulangkan ke kampung halamannya


Dengan bertambahnya satu kasus baru yang meninggal dunia akibat COVID-19, hingga saat ini sudah ada empat warga yang meninggal dunia, bahkan kasus sebaran virus yang belum ada vaksinnya ini di Kabupaten Sukabumi setiap harinya terus bertambah.

"Untuk mengungkap kasus COVID-19 yang belum ditemukan, kami terus melakukan pemeriksaan usap secara massal kepada warga dari berbagai kalangan mulai dari masyarakat umum, guru, tenaga kesehatan, suspek dan lainnya," ujarnya.

Eneng mengatakan tidak menutup kemungkinan kasus COVID-19 di Kabupaten Sukabumi akan terus bertambah karena pihaknya saat ini gencar melakukan pemeriksaan usap yang bisa saja hasilnya ada yang positif, namun demikian pihaknya berharap tidak ada lagi warga yang tertular.

Maka dari itu, untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19, warga diimbau untuk patuh terhadap peraturan pemerintah dan menerapkan protokol kesehatan mulai dari menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, mencuci tangan dengan sabun yang benar dan menjaga jarak.*

Baca juga: Bawaslu: Seluruh calon bupati Sukabumi langgar protokol kesehatan

Baca juga: Kasus konfirmasi positif COVID-19 di Sukabumi bertambah 9 orang

Pewarta: Aditia Aulia Rohman
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar