Antisipasi resesi, pemerintah perlu gencarkan bansos ke warga rentan

Antisipasi resesi, pemerintah perlu gencarkan bansos ke warga rentan

Ilustrasi - Pekerja mengemas paket bantuan sosial (bansos). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/aww.

Ancaman resesi merupakan hal yang tidak terhindarkan dan berpeluang besar menimpa seluruh negara di dunia
Jakarta (ANTARA) - Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Izzudin Al Farras menyarankan pemerintah lebih menggencarkan bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat rentan miskin serta miskin sebagai antisipasi ancaman resesi ekonomi.

"Bantuan sosial harus lebih ditingkatkan kepada masyarakat miskin dan rentan," ujar Farras dalam diskusi daring di Jakarta, Kamis.

Baca juga: Erick Thohir: Harus optimistis Indonesia bisa keluar dari krisis
Baca juga: Satgas PEN yakin paket stimulus mampu ungkit ekonomi kuartal III 2020

Menurut dia, ancaman resesi merupakan hal yang tidak terhindarkan dan berpeluang besar menimpa seluruh negara di dunia selama pandemi COVID-19 masih melanda.

Oleh karena itu, lanjutnya, hal yang perlu diantisipasi oleh pemerintah adalah mengurangi dampak resesi ekonomi tersebut kepada masyarakat menengah ke bawah dan miskin, mengingat sejak pembatasaan sosial berskala besar (PSBB) jilid pertama sudah banyak masyarakat rentan yang jatuh ke jurang kemiskinan.

Dengan demikian, terdapat kemungkinan masyarakat miskin di Indonesia semakin bertambah akibat risiko resesi, terlebih lagi dengan adanya PSBB jilid kedua, jika tidak terdapat langkah membantu mereka.

"Terdapat puluhan juta masyarakat rentan di Indonesia yang dengan adanya pandemi COVID-19 menimbulkan risiko besar kepada mereka untuk jatuh ke jurang kemiskinan," katanya.

Farras juga menambahkan pemerintah perlu melakukan pembaruan dan terus meningkatkan data para penerima bantuan sosial atau lainnya selama COVID.

Dengan adanya pembaruan data penerima bantuan sosial tersebut, maka ini akan semakin membantu penyaluran bantuan secara tepat sasaran kepada masyarakat rentan miskin dan miskin.

"Hal ini tentunya dapat dianggap sebagai langkah antisipasi pemerintah untuk meminimalisir dampak ancaman resesi ekonomi kepada masyarakat, terutama kepada masyarakat menengah ke bawah serta rentan di Indonesia," kata Farras.

Baca juga: Sri Sultan: Kegiatan ekonomi harus terus bergerak cegah resesi panjang

Pewarta: Aji Cakti
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Kilas NusAntara Siang

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar