Indef: Pemulihan ekonomi bisa cukup cepat jika pandemi COVID mereda

Indef: Pemulihan ekonomi bisa cukup cepat jika pandemi COVID mereda

Ilustrasi - Dua orang tenaga kesehatan memeriksa mobil ambulans yang akan masuk ke Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/wsj.

Pandemi kalau berlanjut maka perekonomian tidak akan membaik atau pulih
Jakarta (ANTARA) - Direktur Riset Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Berly Martawardaya mengungkapkan pemulihan ekonomi nasional bisa terjadi cukup cepat jika pandemi COVID-19 mereda atau berhasil dikendalikan.

"Jika pandemi mereda maka penambahan penderita COVID-19 melambat, dan juga terdapat kemungkinan resesi ekonomi yang hanya berlangsung sekitar dua atau tiga kuartal," ujar Berly dalam diskusi daring di Jakarta, Kamis.

Selain itu dia juga menambahkan bahwa skema pemulihan yang terjadi juga kemungkinan bentuk kurva U pendek di mana pemulihan ekonomi dapat terjadi cukup cepat, dengan waktu tidak sampai setahun.

Dalam paparannya, Direktur Riset Indef tersebut menyampaikan kemungkinan pemulihan ekonomi nasional yang terjadi cukup cepat usai pandemi COVID, turut ditopang oleh perekonomian Indonesia yang berbasis konsumsi domestik dan cukup tangguh di masa pandemi saat ini.

Namun jika pandemi tidak kunjung mereda, maka upaya-upaya pemulihan ekonomi nasional sangat sulit untuk dilakukan oleh pemerintah.

"Pandemi kalau berlanjut maka perekonomian tidak akan membaik atau pulih," kata Berly.

Menurut dia, pandemi yang tak kunjung mereda berisiko membuat penderita penyakit itu bertambah banyak, kemudian resesi ekonomi berpeluang terjadi lebih dari tiga kuartal atau lebih dari setahun dan skema pemulihan yang terjadi adalah bentuk kurva L atau U panjang.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo menekankan bahwa keselamatan masyarakat diutamakan dalam penanganan masalah kesehatan dan ekonomi akibat pandemi COVID-19.

Presiden mengemukakan perlunya kebijakan luar biasa dalam mengatasi masalah kesehatan dan ekonomi akibat pandemi.

Dalam kondisi krisis seperti sekarang, Presiden mengatakan, pemerintah masih membutuhkan fleksibilitas kerja dan kesederhanaan prosedur agar semua permasalahan bisa ditangani secara cepat, tepat sasaran, dan efisien.

Baca juga: Peneliti sebut RAPBN 2021 harus fokus kepada pemulihan ekonomi
Baca juga: Ekonom Indef dorong realokasi dana PEN untuk dongkrak daya beli

Pewarta: Aji Cakti
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2020

INDEF: tingkat konsumsi masyarakat masih rendah, PEN belum efektif

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar