KLHK: Indonesia dapat pengakuan dunia atas usaha menekan emisi GRK

KLHK: Indonesia dapat pengakuan dunia atas usaha menekan emisi GRK

Tangkapan layar - Dirjen PPI KLHK Ruandha Agung Sugardiman dalam temu media tentang hasil pertemuan menterin lingkungan hidup kelompok G20, dipantau di Jakarta pada Kamis (17/9/2020) (ANTARA/Prisca Triferna)

Jakarta (ANTARA) - Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (PPI KLHK) Ruandha Agung Sugardiman mengatakan Indonesia mendapat pengakuan dunia atas usahanya untuk menekan emisi gas rumah kaca (GRK) yang dihasilkan dari deforestasi dan degradasi hutan.

"Indonesia mendapat pengakuan internasional yang pertama dari pemerintah Norwegia dan Green Climate Fund yang mengakui Indonesia berhasil mengurangi emisi gas rumah kaca dari deforestasi dan degradasi hutan pada periode 2014 sampai 2017," kata Dirjen PPI Ruandha dalam pertemuan virtual dengan media tentang hasil G20 Environment Ministers Meeting, dipantau dari Jakarta pada Kamis.

Baca juga: Menteri LHK paparkan prestasi Indonesia dalam REDD+

Menurut Ruandha, hasil tersebut membuat Indonesia akan mendapatkan pendanaan dari Green Climate Fund sebesar 103,78 juta dolar AS atau sekitar Rp1,53 triliun atas kerja kerasnya menurunkan emisi 2014-2016. Kemudian dari pemerintah Norwegia akan didapatkan 56 juta AS dolar atau sekitar Rp823,76 miliar.

Keseriusan pemerintah Indonesia untuk melakukan penanganan degradasi lahan dan hutan juga sudah disampaikan oleh Menteri LHK Siti Nurbaya dalam pertemuan para menteri lingkungan hidup kelompok G20 itu, tegas Ruandha.

Hal itu nyata ketika Indonesia sejak 2017 sudah mengalokasikan anggaran tahunan untuk rehabilitasi lahan dan konservasi sekitar 300 juta dolar AS, atau sekitar Rp4,45 triliun.

Baca juga: Pemerintah kerja keras capai penurunan emisi gas rumah kaca 26 persen

"Jumlah yang luar biasa, kalau dibandingkan dengan APBN KLHK kira-kira 63 persen dari anggaran KLHK itu untuk rehabilitasi lahan dan konservasi. Ini adalah komitmen yang luar biasa dari pemerintah Indonesia khususnya KLHK untuk berpartisipasi menanggulangi degradasi lahan," tegasnya.

Sebelumnya, Menteri LHK Siti Nurbaya G20 mengikuti secara virtual Environment Ministers Meeting atau Pertemuan Menteri Lingkungan Hidup negara anggota G20 pada tahun 2020 pada Rabu (16/9). Pertemuan itu diadakan sebagai bagian menuju pertemuan puncak G20 Leaders Summit 2020 yang akan diselenggarakan di Arab Saudi pada November 2020.

Baca juga: Presiden Jokowi beberkan langkah capai target penurunan gas rumah kaca
Baca juga: Presiden Jokowi ingatkan target penurunan Gas Rumah Kaca Indonesia
Baca juga: KHLK: Perilaku positif harus dipertahankan untuk turunkan emisi GRK

Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Menteri LHK paparkan kemajuan pengurangan emisi dari deforestasi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar