Keluarga guru positif, enam SMA/SMK di Bondowoso-Situbondo ditutup

Keluarga guru positif, enam SMA/SMK di Bondowoso-Situbondo ditutup

Sejumlah guru sekolah menengah kejuruan (SMK) di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, mengikuti webinar bersama di Bondowoso, Rabu (15/7/2020). ANTARA/Masuki M. Astro/am.

Empat SMAN/SMKN Bondowoso yang ditutup itu adalah SMKN 1 Telogosari, SMAN dan SMKN Pujer dan SMAN Sukosari. Sementara untuk Situbondo yang ditutup adalah SMA Negeri 1 Asembagus dan SMA Negeri 1 Kapongan
Bondowoso, Jatim (ANTARA) - Sebanyak enam sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMA/SMK) negeri di Kabupaten Bondowoso dan Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, ditutup sementara karena ada keluarga guru yang terpapar virus corona jenis baru penyebab COVID-19.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Bondowoso Sugiyono Eksantoso di Bondowoso, Kamis mengemukakan, dari enam sekolah itu, sebanyak empat sekolah ada di Bondowoso dan dua sekolah di Situbondo.

"Jadi, untuk sementara di Bondowoso ada empat SMA/SMK yang kami minta ditutup sementara dan kami minta belajar dari rumah atau secara daring, karena diketahui keluarga guru pengajar terpapar positif COVID-19," kata pejabat yang wilayah kerjanya membawahi sekolah di Kabupaten Bondowoso dan Situbondo itu.

Ia mengemukakan bahwa empat SMAN/SMKN Bondowoso yang ditutup itu adalah SMKN 1 Telogosari, SMAN dan SMKN Pujer dan SMAN Sukosari. Sementara untuk Situbondo yang ditutup adalah SMA Negeri 1 Asembagus dan SMA Negeri 1 Kapongan.

Menurut dia sekolah-sekolah itu ditutup sementara, ada yang mulai 17 September 2020 dan ada pula sejak 16 September. Semua guru dan murid di sekolah-sekolah itu diminta tidak datang ke sekolah selama sekolah ditutup 14 hari.

Tidak hanya itu, katanya, semua guru di sekolah tersebut juga telah diminta melaksanakan tes usap (swab test) guna memastikan para guru tidak terpapar COVID-19.

"Semua guru kami minta untuk di-swab test, dan sekolah itu kami tutup karena kami tidak mau ambil risiko ada klaster baru di sekolah," katanya.

Ia menambahkan tidak semua yang terpapar positif COVID-19 dari keluarga guru pengajar, namun ada pula asisten rumah tangga (ART) dari guru pengajar tersebut.

"Sama seperti dua SMAN di Situbondo yang juga kami 'lockdown', bukan guru pengajar langsung yang terpapar, tapi dari keluarga guru sehingga kami tutup SMAN/SMKN di Bondowoso dan Situbondo ada enam sekolah," katanya​​​​​.

Sebelumnya, di Situbondo juga ada sekolah yang ditutup sementara terkait COVID-19, yakni SMA Negeri 1 Asembagus dan SMA Negeri 1 Kapongan.

Selain siswa untuk sementara belajar dari rumah atau secara daring, semua guru juga tidak boleh datang ke sekolah selama dua pekan atau 14 hari, demikian Sugiyono Eksantoso.

Baca juga: Gubernur: Ponorogo dan Bondowoso masuk zona merah COVID-19 di Jatim

Baca juga: RSUD Situbondo hentikan layanan setelah dokter positif COVID-19

Baca juga: Kantor BPJS Kesehatan Bondowoso ditutup, pegawai positif COVID-19

Baca juga: Pabrik udang tetap operasi meski 15 karyawannya positif COVID-19

Pewarta: Masuki M. Astro/Novi Husdinariyanto
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Peternakan sapi modern yang mampu memberdayakan masyarakat

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar