Kemendikbud : Perlu inovasi agar pembelajaran masa pandemi efektif

Kemendikbud : Perlu inovasi agar pembelajaran masa pandemi efektif

Direktur Sekolah Menengah Pertama (SMP) Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah (PAUD Dikdasmen) Mulyatsah di Jakarta, Kamis (17/9). (ANTARA/Indriani)

Jakarta (ANTARA) - Direktur Sekolah Menengah Pertama (SMP) Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah (PAUD Dikdasmen) Mulyatsah mengatakan perlu inovasi agar pembelajaran pada masa pandemi COVID-19 berjalan efektif.

"Kemendikbud mengapresiasi upaya bersama dalam memajukan pendidikan karena tiga pilar pendidikan yaitu sekolah, keluarga dan masyarakat," ujar Mulyatsah dalam sambutannya pada awarding lomba pembelajaran kreatif dan kolaboratif siswa di Jakarta, Kamis.

Dia mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan oleh Yayasan Pendidikan Astra Michael D Ruslim (YPA MDR) tersebut. Sinergi komponen masyarakat, lanjut dia, akan membawa pendidikan Indonesia ke arah yang lebih baik lagi.

Baca juga: Wali murid katakan bantuan kuota internet ringankan beban

Pandemi COVID-19, lanjut dia, telah mengubah kebijakan pendidikan yang mana harus dilakukan relaksasi pembukaan sekolah pada zona hijau dan kuning.

"Untuk zona merah dan oranye yang masih terdampak COVID-19 dilakukan pembelajaran jarak jauh. Banyak sekali persoalan yang dihadapi dengan metode itu mulai dari demografi, kemampuan guru, internet, dan lainnya. Untuk itu perlu dilakukan inovasi agar pembelajaran menjadi efektif, " tambah dia.

Dalam pembelajaran, guru harus dapat menjadi teladan, kreatif, kolaboratif, mampu berkomunikasi baik dengan siswa.

"Persoalan pendidikan bisa kita atasi bersama dengan kerja sama banyak pihak, " kata dia.

PT Astra International Tbk melalui YPA-MDR pertama kalinya memberikan apresiasi kepada para guru dalam ajang Kompetisi berskala nasional yaitu Lomba Pembelajaran Kreatif dan Kolaboratif Guru-Siwa yang telah berinovasi dalam melalukan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).

Baca juga: Kemendikbud terus tingkatkan ketersediaan bahan bacaan bagi siswa

"Kompetisi yang diluncurkan pada 24 Januari 2020 lalu, mendapatkan respon positif sehingga terkumpul 220 video pembelajaran dari para peserta yang berasal hampir dari seluruh wilayah Indonesia seperti Aceh, Bengkulu, Riau, Jambi, Sumatera Utara, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Yogyakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Gorontalo , NTB dan NTT. Selanjutnya pada tanggal 21-24 Agustus 2020 kami melakukan seleksi awal sehingga terpilih 174 video pembelajaran untuk dipublikasikan pada platform Youtube YPA-MDR yang terdiri dari 91 video pembelajaran tingkat SD dan 83 video pembelajaran tingkat SMP. Selanjutnya, pada 9 September 2020 merupakan babak final penjurian terhadap 10 finalis terpilih yang terdiri dari 5 finalis SD dan 5 finalis SMP” ujar Ketua Pengurus YPA-MDR, Herawati Prasetyo.

Direktur PT Astra International Tbk sekaligus Ketua Dewan Pembina YPA-MDR, Gita Tiffani Boer, mengatakan program itu merupakan salah satu kontribusi pihaknya dalam membangun bangsa. Program-program yang diberikan merupakan proses pembinaan yang terpola, terstruktur yang dampaknya terukur, dengan harapan dapat menginspirasi banyak pihak.

Proses seleksi dan penilaian dilakukan oleh Dewan Juri yang terdiri dari berbagai pihak baik dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, akademisi, praktisi pendidikan maupun dari Astra, mampu memberikan penilaian yang sebaik-baiknya, dan dapat dipertanggungjawabkan dengan kaidah-kaidah berbasis ilmiah atau akademis.

Kriteria penilaian diukur dari beberapa indikator. Untuk juara terbaik penilaian berdasarkan pada latar belakang masalah, strategi pemecahan masalah, keaslian karya inovasi dalam pembelajaran kreatif dan kolaboratif, bentuk pembelajaran kolaboratif guru dan siswa serta dampak positif dari metode pembelajaran dan teknik presentasi. Sedangkan untuk juara favorit dinilai berdasarkan jumlah “like” terbanyak dari video peserta yang diupload secara resmi oleh platform youtube Yayasan Pendidikan Astra – Michael D. Ruslim

Sebanyak 20 pemenang Lomba Pembelajaran Kreatif dan Kolaboratif Guru-Siswa terdiri dari 10 juara terbaik dan 10 juara favorit baik dari kategori Guru SD dan Guru SMP akan mendapat total hadiah sebesar Rp 111 juta. ***3***

Baca juga: Kemendikbud: Dukungan pemda bikin pendidikan vokasi naik kelas
Baca juga: Kemendikbud: Verifikasi dan validasi nomor ponsel siswa terus berjalan
Baca juga: Kemendikbud ajak siswa berkegiatan dengan aman selama pandemi



 

Pewarta: Indriani
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

DPR sepakati Anggaran Kemendikbud 2021 sebesar Rp81,53 triliun

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar