Kemenperin perkuat unit kerja dalam reformasi birokrasi

Kemenperin perkuat unit kerja dalam reformasi birokrasi

Pekerja melakukan uji coba pada mesin pengolah makanan otomatis buatannya sebelum di ekspor ke Australia, Myanmar dan Malaysia di sebuah industri manufaktur sub sektor mesin di Purwantoro, Malang, Jawa Timur, Selasa (23/6/2020). ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/hp.

Unit Satuan Kerja Kemenperin bertekad untuk terus memperbaiki jajaran birokrasi yang bersih, produktif, transparan, melayani masyarakat, dan akuntabel
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berkomitmen memperkuat unit kerja dalam reformasi dengan meningkatkan kualitas pelayanan kepada industri dan masyarakat luas, guna mengawal pertumbuhan dan kontribusi sektor manufaktur agar tetap menjadi penggerak utama bagi ekonomi nasional, terlebih pada era digital saat ini.

“Unit Satuan Kerja Kemenperin bertekad untuk terus memperbaiki jajaran birokrasi yang bersih, produktif, transparan, melayani masyarakat, dan akuntabel,” kata Inspektur Jenderal Kemenperin Arus Gunawan lewat keterangan resmi diterima di Jakarta, Kamis.

Hal tersebut dilakukan dalam rangka menciptakan seluruh aparatur yang dapat turut mendorong kinerja sektor industri nasional agar semakin berdaya saing global.

“Pada era digital ini masyarakat menginginkan segala pengurusan lebih cepat, efektif, dan efisien. Itu sebabnya pelaksanaan pelayanan publik dituntut untuk dapat memberikan layanan yang prima, hal ini akan diterapkan pada seluruh unit satuan kerja Kemenperin,” ujar Arus.

Baca juga: Kemenperin berkomitmen bentuk birokrasi bersih

Untuk itu Arus melakukan peninjauan ke Balai Besar Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri (BBTPPI), Semarang sebagai salah satu unit satuan kerja di bawah Kemenperin untuk melihat kesiapannya dalam menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

Pada kesempatan tersebut, Arus menyampaikan komitmen dari unit satuan kerja Kemenperin dalam mewujudkan Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) serta Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

Sejak 2005 Kemenperin telah menjalankan serangkaian program reformasi birokrasi untuk mewujudkan perubahan menuju tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih (good and clean governance).

Baca juga: Kemenperin targetkan 19 satker tanpa korupsi, birokrasi bersih dan melayani

Arus meyakini pembangunan Zona Integritas melalui penanaman nilai dan budaya kerja yang positif kepada aparatur di lingkungan Kemenperin akan mampu menciptakan kinerja yang unggul dan berkomitmen memacu kinerja industri nasional.

Menurut Arus, keberhasilan Pembangunan Zona Integritas, sangat ditentukan oleh kapasitas dan kualitas integritas masing masing individu, yang mempunyai relevansi dalam peningkatan kapasitas dan kualitas integritas dari organisasi dimana individu berada dan melakukan kegiatannya.

“Saya sudah melihat adanya inovasi-inovasi baru khususnya di bidang digitalisasi pelayanan yang dibangun oleh unit satuan kerja Kemenperin untuk peningkatan kualitas layanan kerja dalam upaya menuju WBBM,” papar Arus.

Baca juga: Kemenperin maksimalkan layanan keterbukaan informasi publik

Pewarta: Sella Panduarsa Gareta
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Luhut: impor garam industri harus direkomendasikan Kemenperin

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar