Kemarin kasus COVID-19 bertambah, mayoritas pasien berusia produktif

Kemarin kasus COVID-19 bertambah, mayoritas pasien berusia produktif

Arsip Foto. Seorang tenaga kesehatan yang mengenakan alat pelindung diri lengkap menangani sample usap hidung dan tenggorokan pasien untuk pemeriksaan COVID-19 di kawasan Pasar Keputran, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (17/9/2020). (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)

Jakarta (ANTARA) - Jumlah kasus COVID-19 di Indonesia masih bertambang dengan penambahan lebih dari 3.000 kasus per hari pada Kamis (17/9) dan Satuan Tugas Penanganan COVID-19 menyatakan bahwa mayoritas pasien berada dalam rentang usia produktif.

Selain itu ada berita mengenai pengendalian penularan virus corona di wilayah DKI Jakarta serta penyaluran subsidi gaji dari pemerintah kepada pekerja dengan gaji di bawah Rp5 juta per bulan yang bisa disimak kembali dalam ringkasan berita berikut.

Kasus COVID-19 masih bertambah lebih dari 3.000 dalam sehari

Satuan Tugas Penanganan COVID-19 menyatakan bahwa jumlah kasus COVID-19 di Indonesia bertambah 3.635 dalam sehari menjadi total 232.628 kasus pada Kamis (17/9) pukul 12.00 WIB. Jumlah pasien yang sembuh dari penyakit COVID-19 bertambah 2.585 menjadi total 166.686 orang dan jumlah pasien yang meninggal dunia bertambah 122 menjadi total 9.222 orang.

Pasien COVID-19 di Indonesia didominasi kelompok usia produktif

Pasien COVID-19 di Indonesia didominasi warga dalam kelompok usia produktif antara 19 dan 45 tahun menurut Satuan Tugas Penanganan COVID-19. Warga dalam kelompok usia produktif mencakup 55 persen dari total pasien COVID-19 di Indonesia.

Penularan COVID-19 di DKI Jakarta masih jadi perhatian nasional

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito mengatakan bahwa Provinsi DKI Jakarta masih menjadi perhatian nasional lantaran kasus penularan virus coronanya masih tinggi. "DKI Jakarta adalah peringkat kedua nasional kenaikan kasus tertinggi. Berikutnya merupakan peringkat pertama nasional jumlah kasus tertinggi. Ini menjadi perhatian nasional," katanya.

Kementerian Ketenagakerjaan terima 2,8 juta data calon penerima subsidi upah tahap IV

Kementerian Ketenagakerjaan telah menerima 2,8 juta data calon penerima subsidi upah tahap IV dari BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) dan memeriksa ulang data-data tersebut.

Pemerintah jelaskan alasan pengembalian data calon penerima subsidi gaji

Kementerian Ketenagakerjaan menyampaikan beberapa alasan pengembalian data rekening calon penerima subsidi gaji yang diberikan BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK), salah satunya karena rekening yang diberikan sudah tidak aktif atau sudah ditutup.


 

Pewarta: Indriani
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Tekan kasus penyebaran COVID-19, sanksi denda tetap berlaku di Ternate

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar