Positif COVID-19 1.333 kasus, Papua Barat butuh dokter spesialis paru

Positif COVID-19 1.333 kasus, Papua Barat butuh dokter spesialis paru

Kepala Dinas Kesehatan Papua Barat, Otto Perorongan. (FOTO ANTARA/Toyiban)

Setidaknya di Papua Barat dibutuhkan dua dokter spesialis paru yang akan ditempatkan di Manokwari dan Sorong
Manokwari (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Papua Barat menyatakan masih mencari dokter spesialis paru untuk mengoptimalkan upaya penanganan pasien COVID-19 yang masih terus bertambah, di mana sesuai data Satgas COVID-19 setempat jumlah total positif COVID-19 hingga 17 September 2020 tercatat sebanyak 1.333 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, Otto Perorongan di Manokwari Jumat mengemukakan bahwa dalam kaitan itu proses perekrutan saat ini masih berlangsung.

"Setidaknya di Papua Barat dibutuhkan dua dokter spesialis paru yang akan ditempatkan di Manokwari dan Sorong," katanya.

Ia menjelaskan bahwa perekrutan dokter spesialis di Papua Barat sudah dibuka sejak April 2020.

Selain dokter spesialis paru, perekrutan juga dibuka untuk spesialis anestesi, spesialis radiologi, serta spesialis patologi klinik masing-masing satu orang.

"Ada dua yang baru kita dapat yang spesialis penyakit dalam. Kita masih butuh paling tidak spesialis paru dan patologi," kata Otto.

Seiring meningkatnya grafik kasus COVID-19 di Papua Barat, kata dia, provinsi itu masih membutuhkan tambahan tenaga medis yang terlibat dalam penanganan COVID-19.

"Dengan peningkatan kasus ini, kita akan antisipasi ke depan. Saya kira, tenaga medis kita sekarang ini sudah mulai kewalahan," katanya.

Terkait perekrutan spesialis paru yang hingga saat ini belum diperoleh Pemprov Papua Barat telah menaikkan honor. Semula honor bagi dokter spesialis di daerah itu ditetapkan sebesar Rp 50 juta per orang/bulan, kini sudah dinaikkan menjadi Rp70 juta.

"Kami masih membuka penerimaan untuk beberapa dokter spesialis tadi, terutama paru. Perekrutan ini dikoordinasikan oleh dr Ade Ismawan, beliau Ketua IDI Manokwari sekaligus staf di RSUD Papua Barat," katanya.

Sesuai data Satgas COVID-19, dalam sepekan terakhir penambahan kasus positif di Papua Barat cukup signifikan. Kota Sorong, Kabupaten Sorong, Teluk Bintuni, Manokwari dan Raja Ampat memiliki catatan COVID-19 cukup tinggi.

Sesuai data 17 September 2020, secara akumulatif tercatat sebanyak 1.333 warga Papua Barat terpapar positif COVID-19. Tidak sedikit aparatur sipil negara (ASN), anggota Polri dan TNI yang menjalani perawatan akibat terjangkit COVID-19. 

Baca juga: Kasus COVID-19 Papua Barat naik tajam dua hari terakhir, sebut jubir

Baca juga: Penutupan bandara-pelabuhan Sorong masih dipertimbangkan

Baca juga: Satgas: Aktivitas publik dibuka, COVID-19 di Papua Barat meningkat

Baca juga: Teluk Bintuni tidak terburu-buru terapkan normal baru

Pewarta: Toyiban
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Polda Papua Barat tangkap tiga pelaku penjual senjata api ilegal

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar