Psikolog klinis: Orang tua berperan penting dalam pengasuhan anak

Psikolog klinis: Orang tua berperan penting dalam pengasuhan anak

Ilustrasi - Seorang anak didampingi ibunya belajar dengan melihat tayangan siaran TVRI di rumah mereka, di Deli Serdang, Sumatera Utara, Senin (13/4/2020). ANTARA/Irsan Mulyadi/hp.

Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Ikatan Psikolog Klinis Indonesia Indria L Gamayanti mengatakan kedua orang tua berperan sangat penting dalam pengasuhan anak, yaitu menjadi model peran ayah dan ibu kepada anak.

"Menjadi orang tua adalah proses sepanjang hayat. Tumbuh kembang anak dipengaruhi pengasuhan oleh orang tua," kata Gamayanti dalam bimbingan teknis bagi psikolog dan konselor Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) yang diadakan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak secara daring dari Jakarta, Jumat.

Gamayanti mengatakan pengasuhan oleh orang tua berperan dalam memberikan rasa aman dan nyaman, memenuhi kebutuhan dasar anak, mengajarkan penerimaan dan penghargaan, mengajarkan kebersamaan dan keceriaan, mendorong perkembangan dan belajar, serta menanamkan nilai-nilai moral.

Baca juga: KPAI: Kondisi psikologi ortu berdampak pada kekerasan terhadap anak

Komunikasi merupakan salah satu aspek penting dalam pengasuhan. Untuk mendorong tumbuh kembang anak, orang tua harus mengajarkan anak berbicara dan bahasa menjadi aspek yang penting.

"Pada masa awal perkembangan anak, gunakan bahasa ibu atau bahasa daerah. Bahasa Indonesia diajarkan sebagai bahasa formal pergaulan dan persatuan. Setelah anak sudah lancar berbicara, baru ajarkan bahasa asing," tuturnya.

Pola pengasuhan oleh orang tua juga akan menentukan karakter anak setelah dewasa, yaitu watak, sikap, dan ciri-ciri khususnya. Karakter sebuah bangsa akan ditentukan pada karakter yang dibangun pada saat tumbuh kembang anak.

Baca juga: Pakar: Ayah berperan besar dalam pengasuhan anak

Gamayanti mengatakan pertumbuhan adalah perubahan dalam besar, jumlah ukuran, atau dimensi tingkat sel, organ, maupun individu.

Sedangkan perkembangan adalah pertambahan kemampuan dalam pola yang teratur dan dapat diramalkan sebagai hasil dari proses pematangan, termasuk perubahan aspek sosial dan psikologis sebagai akibat dari pengaruh lingkungan.

"Sebagaimana membangun sebuah rumah atau gedung, maka di masa perkembangan awal kita membangun fondasi. Fondasi yang kuat dan seimbang akan menjadikan bangunan kuat dan merata secara proporsional ketangguhannya," katanya.

Baca juga: KPPPA: Tidak semua orang tua mampu mengasuh anak
Baca juga: KPPPA minta orang tua maksimalkan pengasuhan anak di era digital

Pewarta: Dewanto Samodro
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Kampanye sadar sarapan bagi anak-anak

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar