Menperin optimistis industri makanan-minuman tumbuh positif tahun ini

Menperin optimistis industri makanan-minuman tumbuh positif tahun ini

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (kiri) dan Direktur Utama PT Mayora Indah Tbk Andre Sukendra Atmadja ditemui usai kunjungan pabrik Mayora di Balaraja, Tangerang, Jumat (18/9/2020). ANTARA/Sella Panduarsa Gareta/pri.

Pemerintah terus berupaya mempermudah pertumbuhan sektor industri nasional dengan berbagai stimulus fiskal
Jakarta (ANTARA) - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita optimistis industri makanan dan minuman (mamin) akan mengalami pertumbuhan positif hingga akhir 2020 dengan angka tidak lebih dari tiga persen.

"Target pertumbuhan industri mamin, menurut saya sampai akhir tahun tidak lebih dari tiga persen," kata Menperin saat ditemui usai mengunjungi pabrik PT Mayora Indah Tbk di Balaraja, Tangerang, Banten, Jumat.

Baca juga: Kunjungi pabrik, Menperin apresiasi protokol kesehatan industri mamin

Menperin menyampaikan pemerintah terus berupaya mempermudah pertumbuhan sektor industri nasional dengan berbagai stimulus fiskal, termasuk mamin, bahkan sebelum pandemi COVID-19 melanda Tanah Air.

Di antaranya, harga gas untuk industri yang telah turun hingga enam dolar AS per juta British thermal unit (MMBTU), dari sebelumnya masih berada 9-11 dolar AS per MMBTU.

"Dalam hal ini, kami akan membantu agar semua industri dapat menikmati gas dengan harga enam dolar tersebut. Sebelumnya ada delapan sektor, kami tambahkan jadi sembilan sektor," ujar Menperin.

Hal senada disampaikan Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian Abdul Rochim. Ia mengatakan bahwa berdasarkan diskusi dengan pelaku usaha, industri mamin mampu tumbuh lebih tinggi pada triwulan III 2020 dibandingkan dua triwulan sebelumnya.

"Pada Juli dan Agustus ini sudah mulai ada peningkatan. Jadi, kami yakin bahwa pada kuartal III ini lebih baik dibandingkan kuartal sebelumnya. Ada rebound di sektor ini, jadi insya Allah akan lebih baik dari kuartal II," ungkap Rochim.

Sementara itu, didukung stimulus dari pemerintah, pelaku industri mamin mengaku optimistis pada kuartal III tahun ini akan ada peningkatan, karena titik terendah telah terlewati.

"Kami sangat optimis untuk kuartal III ini, karena titik terendah sudah kita lewati. Titik terendah itu ada pada Mei. Jadi, pada Juni itu sudah recovery. Juli sudah lebih tinggi dari bulan Juni. Agustus sudah lebih tinggi dari Juli. Hal ini menjadi tanda bahwa konsumsi sudah kembali dan tren pertumbuhan meningkat," ungkap Direktur Utama PT Mayora Indah Tbk Andre Sukendra Atmadja.

Menurut data Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi), industri mamin tumbuh 3,9 persen pada kuartal I tahun ini. Sedangkan, pada kuartal II, pertumbuhannya berada pada angka 0,22 persen.

Baca juga: Kemenperin: Industri makanan dan minuman harus dijaga tetap positif
Baca juga: IKM makanan butuh pasokan bahan baku hadapi dampak COVID-19

Pewarta: Sella Panduarsa Gareta
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Luhut: impor garam industri harus direkomendasikan Kemenperin

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar