PKS tetap menjaga suasana demokrasi Pilkada Boyolali 2020

PKS tetap menjaga suasana demokrasi Pilkada Boyolali 2020

Ketua DPD PKS Boyolali Nur Achmad (dua dari kanan) bersama jajaran pengurus lainnya saat memberikan keterangan sikap politik PKS di Boyolali, Jumat (18-9-2020). ANTARA/Bambang Dwi Marwoto

Sekitar 54,8 persen konstituen PKS di Boyolali membutuhkan calon alternatif, 29,8 persen pilih kotak kosong, dan 8,3 persen abstain.
Boyolali (ANTARA) - DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Boyolali akan tetap menjaga suasasa demokrasi pada saat pemungutan suara Pemilihan Bupati/Wakil Bupati Boyolali 2020, 9 Desember mendatang.

"Kami akan tetap menjaga suasasa demokrasl di Boyolali dengan konsisten menjadi oposisi," kata Ketua DPD PKS Boyolali Nur Achmad di Boyolali, Jumat.

Nur Achmad menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dukungan dan kebersamaan masyarakat, konstituen, simpatisan, serta kader PKS Boyolali.

Menurut dia, dengan dukungan berbagai elemen yang telah mendorong PKS untuk menghadirkan alternatif calon bupati membuktikan tidak sendiri dan selalu bersama suara masyarakat.

"Kami mohon maaf kepada semua elemen masyarakat pendukung PKS dan semua bakal calon bupati yang telah berkomunikasi melalui partainya karena sampai detik akhir masa pendaftaran calon bupati, kami tidak bisa mengusung calon alternatif sebagaimana harapan," kata Nur Achmad.

Setelah berikhtiar maksimal menghadirkan calon alternatif, kata dia, pihaknya hanya memiliki tiga kursi DPRD setempat.

PKS, lanjut dia, belum berhasil membangun koalisi minimal sembilan kursi DPRD Kabupaten Boyolali sebagai persyaratan mengusung calon peserta pilkada.

Oleh karena itu, PKS Kabupaten Boyolali abstain dalam pendaftaran calon peserta pilkada.

Kondisi tersebut, kata dia, memberikan pelajaran besar bagi semua bahwa telah terjadi fenomena demokrasi di Kabupaten Boyolali yang "tertekan".

Ia pun lantas mohon doa dan dukungan masyarakat setempat agar pada pemilu berikutnya bisa meraih suara ambang batas pencalonan bupati/wakil bupati.

Dengan demikian, pilkada yang akan datang bisa memperjuangkan aspirasi masyarakat untuk mengusung pasangan calon bupati/wakil bupati.

Meski pada pilkada kali ini hanya terdapat pasangan calon tunggal, pihaknya berpesan kepada panyelenggara pemilu agar menjaga dan mengawasi pelaksanaan pilkada dengan baik, jujur, adil tanpa intimidasi dan manipulasi hasil Pilkada 2020.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Boyolali dari PKS Moh Basuni menambahkan bahwa partainya pada Pemilu 2019 meraih 47.000 suara.

Menyinggung soal arah politik PKS pada Pilkada Boyolali 2020, Basuni mengatakan bahwa pihaknya akan berpijak pada hasil survei konstituennya

Dari hasil survei oleh PKS, kata menurut Basuni, sekitar 54,8 persen memilih membutuhkan calon alternatif, sekitar 29,8 persen pilih kotak kosong, dan 8,3 persen abstain.

"Artinya, sikap PKS sudah jelas, akan berbijak pada hasil survei itu," kata Basuni menegaskan.

Pewarta: Bambang Dwi Marwoto
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar