BP Tapera ditargetkan salurkan pembiayaan rumah 75.000 unit pada 2021

BP Tapera ditargetkan salurkan pembiayaan rumah 75.000 unit pada 2021

Ilustrasi - Kawasan perumahan. ANTARA/Ganet Dirgantoro

BP Tapera bakal mulai aktif pada 2021 mendatang, melengkapi program perumahan yang sudah ada sebelumnya
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementerian (PUPR) menyampaikan Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) ditargetkan dapat menyalurkan pembiayaan perumahan sebanyak 75.000 unit pada 2021.

"Tapera menurut target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 di tahun 2021 mempunyai target sebesar 75 ribu unit. Inilah yang nanti pada tahun depan bahu-membahu untuk menangani perumahan di Indonesia, target utamanya masih PNS," ujar Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PUPR Eko Djoeli Heripoerwanto di Jakarta, Jumat.

Ia menambahkan BP Tapera bakal mulai aktif pada 2021 mendatang, melengkapi program perumahan yang sudah ada sebelumnya.

"Pada 2021 Tapera sudah mulai operasional. Kami informasikan bahwa tahun 2021 fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) masih ada dan itu masih dikawal dan dikelola oleh Badan Layanan Umum (BLU) Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP)," papar Eko Djoeli dalam InfobankTalkNews Media Discussion dengan tema "Persiapan BP Tapera Dalam Pengembalian Dana Taperum".

Ia mengemukakan jumlah unit dalam anggaran FLPP mencapai Rp16,6 triliun untuk menyalurkan pembiayaan sebanyak 157.500 unit.

Kemudian, lanjut dia, di luar program FLPP terdapat program bantuan pembiayaan perumahan berbasis tabungan (BP2BT) yang juga masih berjalan dengan anggaran sebesar Rp1,5 triliun.

"BP2BT itu program yang ada di Kementerian PUPR untuk melayanit 39.996 unit, dengan anggaran sebesar Rp1,5 triliun," paparnya.

Selain itu, kata Eko Djoeli, juga masih terdapat program subsidi bantuan uang muka (SBUM) untuk  157.500 unit senilai Rp630 miliar.

"SBUM itu subsidi bantuan uang muka sebanyak 157.500 unit, ini diberikan kepada semua penerima manfaat dari FLPP," katanya.

Dalam kesempatan itu, Eko Djoeli juga menyampaikan, arah kebijakan sektor perumahan pada 2020-2024 sebagaimana diamanatkan dalam rencana strategis (renstra) dan RPJMN yakni meningkatkan akses masyarakat secara bertahap terhadap perumahan sebesar 70 persen pada 2024.

"Kondisi Indonesia tahun 2019 ini aksesnya 56,75 persen, tahun 2024 diharapkan 70 persen akan bisa tercapai," ucapnya.

Untuk mencapai target itu, lanjut dia, pihaknya akan menyasar sekitar 11 juta rumah tangga. Dari jumlah itu, sebanyak 7,8 rumah tangga existing dan sebanyak 3,2 juta rumah tangga baru.

"Memang PR (pekerjaan rumah)-nya sangat besar, kita berharap Tapera menjadi salah satu tumpuan," katanya.

Baca juga: PUPR: Tim likuidasi beri kepastian pengembalian dana Taperum
Baca juga: Tapera diharapkan juga bantu dan bermanfaat bagi kalangan non-MBR
Baca juga: BP Tapera pastikan dana tabungan perumahan dikelola secara aman


Pewarta: Zubi Mahrofi
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Penanganan abrasi di pesisir Riau masuk RPJMN

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar