Hingga Agustus 2020 nilai transaksi saham warga Sumbar Rp4,17 triliun

Hingga Agustus 2020 nilai transaksi saham warga Sumbar Rp4,17 triliun

Warga mengamati pergerakan harga saham pada layar telepon pintarnya, di Jakarta, Senin (31/8/2020). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/hp.

Padang, (ANTARA) - Kendati di tengah pandemi Corona Virus Disease (COVID-19) nilai transaksi saham warga ber-KTP Sumatera Barat mencapai Rp4,17 triliun sejak Januari hingga Agustus 2020 berdasarkan data yang dihimpun Bursa Efek Indonesia (BEI) perwakilan Sumatera Barat.

"Hingga Agustus 2020 investor ber-KTP Sumbar mencapai 19.600 orang atau mengalami kenaikan 2.099 sejak Januari 2020," kata Kepala BEI perwakilan Sumbar Early Saputra di Padang, Sabtu.

Ia memaparkan pada Januari 2020, total investor mengacu kepada Single Investor Identification (SID) berjumlah 17.655 dengan nilai transaksi Rp415.912.432.352, kemudian pada Februari 2020 naik jadi 17.881 SID dengan nilai transaksi Rp346.092.718.154.

Baca juga: BEI: Saham syariah mendominasi hingga 63 persen pada Agustus 2020

Kemudian ketika memasuki Maret saat COVID-19 masuk ke Sumbar SID masih tumbuh menjadi 18.213 dengan nilai transaksi Rp483.177.229.219.

Berlanjut ke April SID masih tumbuh ke angka 18.304 dengan nilai transaksi Rp428.962.227.286. Kondisi tumbuh SID ini berlangsung hingga ke Mei yakni 18.483 SID dengan nilai transaksi Rp307.961.897.562.

"Bila dibandingkan 2019, pertumbuhan SID atau jumlah investor memang tampak tidak setinggi tahun lalu," ujarnya.

Ia merinci jumlah investor mengacu kepada sub rekening efek terbanyak berada di Padang sebanyak 10.759 , Kabupaten Tanah Datar 1.807, Kabupaten Agam 1.431, Kota Bukittinggi 1.270 dan Kota Solok 1.114.

Baca juga: BEI: Total dana hasil IPO sepanjang 2020 capai Rp3,98 triliun

Kemudian di Kabupaten Pesisir Selatan 810, Kota Payakumbuh 798, Kabupaten Padang Pariaman 679, Kabupaten Limapuluh Kota 635, Kabupaten Pasaman Barat 606, Kabupaten Sijunjung 480, Kabupaten Dharmasraya 493, Kota Padang Panjang 467, Kabupaten Pasaman 421, Kota Pariaman 376, Kabupaten Solok Selatan 281 dan Kabupaten Kepulauan Mentawai 59.

"Dengan dukungan semua pihak, kami berharap pasar modal semakin berkembang dan bermanfaat bagi masyarakat," ujarnya,

Dalam rangka menyosialisasikan keberadaan pasar modal di Sumbar saat ini terdapat 10 galeri investasi di 10 kampus di Sumatera Barat yaitu Universitas Andalas, Universitas Negeri Padang, Politeknik Negeri Padang, Universitas Putra Indonesia, UIN Imam Bonjol, Universitas Dharma Andalas, IAIN Batusangkar, Universitas Dharmas Indonesia, MM Fakultas Ekonomi Unand dan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat.

Selain itu terdapat 11 anggota bursa atau sekuritas yang memfasilitasi masyarakat untuk bertransaksi saham di pasar modal.

Pewarta: Ikhwan Wahyudi
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar