Laporan dari Kuala Lumpur

Satu warga Filipina meninggal karena COVID-19 di Malaysia

Satu warga Filipina meninggal karena COVID-19 di Malaysia

Malaysia terapkan wajib masker berdenda RM1000

Dukacita dimaklumkan bahwa terdapat penambahan satu kasus kematian berkaitan COVID-19 sehingga jumlah kumulatif kasus kematian COVID-19 di Malaysia sebanyak 129 kes (1.27 persen dari jumlah keseluruhan kasus)
Kuala Lumpur (ANTARA) - Crisis Preparedness and Response Centre (CPRC) Kebangsaan Kementrian Kesehatan Malaysia (KKM) melaporkan terdapat satu orang warga Filipina berusia 50 tahun yang meninggal karena COVID-19 di Malaysia.

"Dukacita dimaklumkan bahwa terdapat penambahan satu kasus kematian berkaitan COVID-19 sehingga jumlah kumulatif kasus kematian COVID-19 di Malaysia sebanyak 129 kes (1.27 persen dari jumlah keseluruhan kasus)," ujar Dirjen Kesehatan KKM Tan Sri Dr Noor Hisham Abdullah di Putrajaya, Jumat.

Kasus kematian ke-129 atau kasus ke-10.145 merupakan perempuan warganegara Filipina berumur 50 tahun.

"Dia mengalami gejala batuk dan sesak nafas pada 14 September 2020 dan telah mendapatkan perawatan di sebuah pusat pengobatan," katanya.

Dia kemudian dirujuk ke RS Semporna untuk perawatan lanjutan namun tidak pergi karena halangan yang dihadapi.

"Beliau ditemui dalam keadaan tidak sadarkan diri dan kemudian dibawa ke Hospital Semporna, Sabah di mana beliau telah dinyatakan meninggal dunia pada 14 September 2020," katanya.

Dia menyatakan ujian saringan menunjukkan yang bersangkutan positif COVID-19.

"Kami mengucapkan takziah kepada anggota keluarga beliau," katanya.

KKM menyampaikan bahwa terdapat 14 kasus yang telah pulih COVID-19 pada Jumat sehingga jumlah kumulatif kasus yang telah pulih sepenuhnya dari COVID-19 adalah sebanyak 9,264 kasus (91.3 persen dari jumlah keseluruhan kasus).

Hingga 18 September 2020 pukul 12:00 terdapat 95 kasus baru yang telah dilaporkan.

"Ini menjadikan jumlah kasus positif COVID-19 di Malaysia adalah sebanyak 10.147 kasus. Jumlah kasus aktif adalah 754 kasus. Mereka telah diisolasi dan diberi perawatan," katanya.

Dia mengatakan dari 95 kasus baru yang dilaporkan empat diantaranya merupakan kasus impor yang telah tertular di luar negeri dan bukan warganegara Malaysia.

Mereka terdiri dari tiga pekerja migran ilegal Indonesia di Selangor dan satu warga China kru kapal di Sabah.


Baca juga: WNI masih bisa berobat ke Malaysia

Baca juga: Warga negara Malaysia pelaku kejahatan di AS ditangkap

 

Pewarta: Agus Setiawan
Editor: Fardah Assegaf
COPYRIGHT © ANTARA 2020

BNN bongkar peredaran narkoba internasional Malaysia - Indonesia

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar