Tiga karyawan lokal migas di Anambas positif COVID-19

Tiga karyawan lokal migas di Anambas positif COVID-19

Seorang tenaga kesehatan melakukan tes usap kepada warga di RSUP Raja Ahmad Thabib guna memutus mata rantai penyebaran COVID-19. ANTARA/Ogen/am.

Anambas, Kepri (ANTARA) - Ketua Harian Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Kepulauan Anambas Provinsi Kepulauan Riau Sahtiar menjelaskan  tiga orang karyawan lokal perusahaan migas premier oil terkonfirmasi positif COVID-19.

Sahtiar di Anambas Sabtu menyatakan kejadian tersebut berawal dari pemulangan sejumlah karyawan premier oil dari Jakarta setelah menjalani perawatan yang pada awalnya sudah terpapar COVID-19 dan dinyatakan sembuh.

Baca juga: Tanpa gejala, Rektor IPB University Prof Arif Satria positif COVID-19

Mereka kembali ke Kabupaten Kepulauan Anambas melalui Matak Base pada tanggal 16 September 2020.

"Sesuai dengan protokol kesehatan penanganan COVID-19, seluruh orang yang sampai di Anambas wajib melakukan tes cepat dan itu juga dilakukan terhadap sepuluh karyawan lokal yang baru dikembalikan setelah selesai melakukan perawatan di Jakarta," kata Sahtiar di Anambas, Sabtu.

Baca juga: Tambahan 22 positif dan 14 sembuh COVID-19 di Batam

Dikatakannya, setelah dilakukan tes cepat terhadap sepuluh orang tersebut, hasilnya lima orang dinyatakan non reaktif dengan inisial, IY, J, F, D dan TH. Sementara lima orang lainnya dinyatakan reaktif dengan inisial, S, AM, T, H, A.

Selanjutnya tim gugus tugas melalui tim kesehatan Anambas pada Tanggal 17 September 2020 melakukan tes usap pertama terhadap lima orang yang hasilnya reaktif tes cepat, hasilnya ternyata salah satu dari lima orang tersebut dengan inisial S terkonfirmasi positif.

Baca juga: Bali catat tambahan 140 pasien positif COVID-19 sembuh

Pada tanggal 18 September 2020 kembali dilakukan tes usap kedua terhadap lima orang reaktif tes cepat tersebut, hasilnya ternyata dua orang terkonfirmasi positif dengan inisial S dan AM, yang mana S sudah terkonfirmasi positif setelah menjalani tes usap pertama dan kedua.

Lebih lanjut, Sahtiar menyampaikan pada malam harinya tanggal 18 September 2020, tim kesehatan juga melakukan tes usap terhadap lima orang lainnya yang sebelumnya dari hasil tes cepat dinyatakan non reaktif, dan hasilnya terdapat satu orang berinisial TH terkonfirmasi positif COVID-19.

"Kesimpulannya dari sepuluh orang karyawan lokal premier oil sebanyak tiga orang terkonfirmasi positif COVID-19 yang berinisial S, AM, dan TH," paparnya.

Tim gugus tugas turut melakukan tracking terhadap keluarga yang melakukan kontak erat terhadap AM karena yang bersangkutan sempat pulang ke rumah sehingga pada tanggal 18 September 2020 dengan pemeriksaan tes cepat dan tes usap kepada keluarga AM dan hasilnya negatif.

Pihaknya sudah meminta kepada pihak perusahaan untuk mengevakuasi AM dan kembali ke Matak Base agar dilakukan evakuasi keluar daerah Anambas.

"Saat ini masih dilakukan tracking terhadap keluarga (TH) dan pengambilan sampel tes usap untuk informasi keterkaitan hasil akan disampaikan pada rilis selanjutnya," tutur Sahtiar.

Selain itu, pihaknya mengimbau bagi masyarakat yang merasa melakukan aktivitas atau kontak langsung dengan sepuluh karyawan premier oil tersebut atau yang mengetahui ada hal-hal yang mencurigakan berkaitan dengan gelaja COVID-19, maka diharapkan untuk membantu melaporkan kepada gugus tugas COVID-19 atau tim kesehatan Anambas.

"Karena kejujuran kita akan menyelamatkan banyak orang, wabah ini bukan aib tapi sudah mendunia, jangan malu untuk melaporkan kepada pihak terkait mengenai COVID-19. Jangan lengah dan tetap patuhi protokol kesehatan demi keselamatan kita semua," imbuhnya.

Seluruh masyarakat Kabupaten Kepulauan Anambas pun diharapkan untuk tetap menjaga kesehatan, tetap mematuhi protokol kesehatan dengan menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan (4M).

 

Pewarta: Ogen
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar