IKADI: Ulama harus berpikiran nasional dan paham kondisi masyarakatnya

IKADI: Ulama harus berpikiran nasional dan paham kondisi masyarakatnya

Ketua Ikatan Dai Indonesia (IKADI) bidang organisasi KH Dr Baharuddin Husin MA (Dok.BNPT)

Jakarta (ANTARA) - Ketua Ikatan Dai Indonesia (IKADI) bidang organisasi KH Dr Baharuddin Husin MA mengatakan bahwa seorang dai atau ulama harus berpikiran nasional dan tahu tentang kondisi sosial di masyarakatnya.

Seorang Dai atau ulama yang berpikiran nasional biasanya akan tahu tentang kondisi di masyarakatnya, apa yang sedang dialami, kata Kyai Baharuddin dalam keterangan tertulis yang diterima, Minggu.

Baca juga: Wapres Ma'ruf Amin minta dai turut berperan atasi radikal terorisme

Dia juga mengatakan bahwa sebetulnya yang ditakuti para ulama adalah melanggar peraturan-peraturan Allah dan rasul-Nya.

Sementara Allah dan rasul-Nya itu sangat menganjurkan kepada setiap hamba-Nya untuk selalu taat pada sang penciptanya dan cinta pada tanah airnya sebagai bentuk rasa syukur dan sebagainya.

Dia juga meyakini bahwa masing-masing organisasi massa (ormas) keagamaan tentunya punya kiat-kiat tersendiri dalam berdakwah.

Namun demikian menurut dia, tentu saja mereka tetap menyatu kepada kesepakatan bersama bangsa ini, yaitu Pancasila dan kebhinnekaan yang dimiliki bangsa ini. Dan juga sebagaimana yang sudah diatur dalam Undang-Undang (UU).

”Karena itu ikhtiar dan upaya itu harus terus dilakukan. Nah saya rasa langkah yang digagas Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dengan menggabungkan semua ormas lintas keagamaan menjadi satu dalam gugus tugas adalah terobosan yang sangat luar biasa bagus. Kalau ini dikembangkan terus, persoalan-persoalan yang dibahas diawal tadi Insya Allah bisa cepat teratasi,” katanya.

Sehingga dengan adanya gugus tugas tersebut ia menyampaikan bahwa menyelesaikan persoalan di masyarakat, baik itu masalah ekonomi, akidah, keagamaan dan pemahaman yang ada itu perlu diselesaikan dengan cara bersinergi satu sama lain.

Baca juga: Wapres Ma'ruf Amin berpesan agar dai sampaikan ceramah damai

Baca juga: Kepala BNPT: Peran ulama cegah radikalisme terorisme sangat besar


Kyai Baharuddin menilai inisiatif yang dilakukan BNPT ini sudah sangat tepat.

”Sehingga diharapkan nanti setiap ormas akan tahu kondisi warganya masing-masing. Nah ini akan mudah kita mendapatkan solusinya, katakanlah pimpinan ormas langsung ke komunitas dia, maka bisa langsung nyambung. Itu barangkali yang kita beri apresiasi yang tinggi kepada BNPT. Mudah-mudahan ini bisa jalan terus ke depannya,” ucapnya.

Baharuddin mengungkapkan bahwa yang juga perlu dilakukan para dai atau ulama dalam melakukan dakwahnya dan juga pemerintah adalah untuk selalu terus memberikan pengertian dan sosialisasi kepada masyarakat, sehingga seluruh umat bisa bersama-sama memajukan bangsa ini sesuai dengan peluang dan potensinya masing-masing.

”Karena bagaimanapun negeri kita memiliki potensi yang sangat luar biasa. Oleh karena itu, masyarakat kita, bangsa kita, pimpinan kita harus bersama-sama bersatu untuk kembali berpikir bagaimana percepatan negeri ini maju ke depan dalam berbagai hal,” ujarnya.

Baca juga: IKADI: Pemahaman agama yang benar dan stabil ekonomi kunci persatuan

Baca juga: Ikadi: Figur ulama hendaknya menyatukan, bukan memecah-belah

Baca juga: Ikadi: Mensejaherakan rakyat juga bagian dari jihad


 

Pewarta: Joko Susilo
Editor: Nurul Hayat
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar