Klaster keluarga picu tingginya kasus COVID-19 di Cengkareng Timur

Klaster keluarga picu tingginya kasus COVID-19 di Cengkareng Timur

Petugas membersihkan tempat isolasi di Masjid KH Hasyim Asy'ari atau Masjid Raya Jakarta, Cengkareng, Jakarta, Kamis (17/9/2020). (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/aww)

klaster keluarga terjadi saat salah satu anggota keluarga terkena virus korona dari perkantoran, pasar, atau lokasi keramaian lainnya
Jakarta (ANTARA) - Lurah Cengkareng Timur Arsih Muhur menyebut klaster keluarga menjadi pemicu aktif tingginya kasus positif COVID-19 di wilayahnya.

Tercatat pada Senin pagi, kasus positif COVID-19 di Kelurahan Cengkareng Timur menjadi yang tertinggi yakni 99 orang.

"Kebanyakan dari klaster keluarga," ujar Ardih di Jakarta, Senin.

Baca juga: Perjuangan nakes lihat keluarganya bertumbangan terpapar COVID-19

Dia menyebut klaster keluarga terjadi saat salah satu anggota keluarga terkena virus korona dari perkantoran, pasar, atau lokasi keramaian lainnya.

Dari sana, anggota keluarga menularkan COVID-19 kepada anggota keluarga lainnya yang tidak menggunakan masker di dalam rumah.

Saat ini, untuk menghindari terbentuknya klaster keluarga, pihak Kelurahan Cengkareng Timur mengikuti aturan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, membawa warga yang terinfeksi dirujuk ke tempat isolasi yang disediakan.

"Kita koordinasikan dengan Puskesmas, imbau warga yang kena untuk mau diberangkatkan ke Wisma Atlet," ujar Ardih.

Baca juga: Didominasi klaster keluarga, zona merah COVID-19 Kota Tangerang

Pasien terinfeksi COVID-19 di Kelurahan Cengkareng Timur seluruhnya tengah menjalani pemulihan di Rumah Sakit Darurat COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran.

Sebelumnya, Kasus baru akibat paparan Corona Virus Desease 2019 (COVID-19) di Jakarta pada Senin (21/9) sebanyak 1.310 kasus dari hasil tiga hari uji usap (swab test) periode 18-20 September.

Berdasarkan data dari Pemprov DKI Jakarta, pertambahan sebanyak 1.310 kasus ini, lebih tinggi dibanding pada Minggu (20/9) sebanyak 1.079 kasus, pada Sabtu (19/9) sebanyak 932 kasus, pada Kamis (17/9) sebanyak 1.014 kasus, pada Selasa (15/9) sebanyak 1.027 kasus, dan pada Senin (14/9) sebanyak 1.062 kasus.

Baca juga: Perhimpunan dokter paru: Diare salah satu gejala COVID-19

Akan tetapi, lebih rendah dibanding pertambahan pada Jumat (18/9) sebanyak 1.403 kasus, pada Sabtu (12/9) sebanyak 1.440 kasus, serta pada Rabu (16/9) sebanyak 1.505 kasus yang merupakan pertambahan terbanyak.

Dengan angka tersebut, jumlah total kasus akibat paparan virus Corona jenis baru ini adalah 64.196 kasus, bertambah sangat signifikan dari sebelumnya sejumlah 62.886 kasus.
 

Pewarta: Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Waspada risiko penularan COVID-19 saat kegiatan keagamaan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar