Pemkot Jakut siapkan tujuh hotel sebagai tempat isolasi mandiri

Pemkot Jakut siapkan tujuh hotel sebagai tempat isolasi mandiri

Petugas keamanan berjaga di hotel yang dijadikan tempat isolasi pasien COVID-19, di Hotel Yasmin, Curug, Kabupaten Tangerang, Banten, Senin (14/9/2020). Pemerintah Kabupaten Tangerang menjadikan Hotel Yasmin menjadi rumah singgah bagi pasien OTG (orang tanpa gejala) COVID-19 akibat terjadinya lonjakan kasus COVID-19 di Kabupaten Tangerang dan perubahan status Kabupaten Tangerang menjadi zona merah. ANTARA FOTO/Fauzan/aww.

bersama Kementerian Kesehatan dan BNPB, Pemkot juga memfasilitasi tenaga medis dengan menyiapkan hotel yang dekat tempat kerja mereka.
Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Jakarta Utara menyiapkan  tujuh hotel sebagai tempat isolasi mandiri pasien terpapar virus corona (COVID-19).

Asisten Pemerintahan Pemkot Jakut Abdul Khalit menyatakan untuk warga yang melakukan isolasi mandiri disiapkan hotel bintang dua atau bintang tiga.

Baca juga: Puskesmas gelar tes usap ratusan ASN dan PJLP Kecamatan Kelapa Gading

"Kita sudah mendapatkan masukan dari Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), setidaknya ada 7 hotel yang bisa dimanfaatkan warga positif COVID-19 untuk isolasi," jelas Khalit di Jakarta, Senin.

Kemudian, bersama Kementerian Kesehatan dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Pemkot juga memfasilitasi tenaga medis dengan menyiapkan hotel yang dekat tempat kerja mereka.

"Kita menyiapkan hotel bintang empat sebagai lokasi istirahat petugas medis. Tujuannya untuk mempertahankan imun mereka agar tetap baik," kata Khalit.

Baca juga: Sebelum meninggal Camat Kelapa Gading alami ARDS

Meskipun lokasi-lokasi tersebut baru berupa gambaran, Abdul Khalit menambahkan jika Pemkot Jakarta Utara akan melakukan sistem jemput bola.

"Bersama Sudin Pariwisata Jakarta Utara berkoordinasi dengan PHRI untuk menentukan hotel-hotel mana saja yang termasuk bintang dua, tiga, ataupun empat," jelas Khalit.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan resmi "menginjak rem darurat" yang mencabut kebijakan PSBB transisi dan mengembalikannya kepada kebijakan PSBB yang diperketat, sejak Senin 14 September 2020.

Baca juga: 750 warga Jakarta Utara dapat santunan Muharram 1442 H

Anies menyatakan keputusan itu diambil bagi Jakarta, karena tiga indikator yang sangat diperhatikan oleh Pemprov DKI Jakarta yaitu tingkat kematian, ketersediaan tempat tidur isolasi dan ICU khusus COVID-19 dan tingkat kasus positif di Jakarta.

Pewarta: Fauzi
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2020

169 pedagang Pasar Bambu Kuning jalani tes COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar