Wall Street jatuh dipicu prospek pemulihan buruk, Dow anjlok 942 poin

Wall Street jatuh dipicu prospek pemulihan buruk, Dow anjlok 942 poin

Tanda jalan Wall Street tergantung di depan New York Stock Exchange, Rabu (8/5/2013). ANTARA/REUTERS/Lucas Jackson/am.

New York (ANTARA) - Wall Street jatuh untuk sesi ketiga berturut-turut pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), karena lonjakan kasus infeksi virus corona di Eropa dan meningkatnya ketidakpastian tentang negosiasi putaran stimulus fiskal berikutnya di Amerika Serikat, dengan Dow kehilangan sebanyak 942,27 poin selama sesi sebelum akhirnya menyempit.

Indeks Dow Jones Industrial Average anjlok 509,72 poin atau 1,84 persen, menjadi ditutup pada 27.147,70 poin. Indeks S&P 500 berkurang 38,41 poin atau 1,16 persen menjadi berakhir di 3.281,06 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup merosot 14,48 poin atau 0,13 persen menjadi 10.778,80 poin.


Baca juga: Wall Street anjlok, Indeks Dow Jones jatuh 649,59 poin

Sepuluh dari 11 sektor utama di bawah S&P 500 membukukan kerugian dipimpin oleh sektor material, industri dan energi. Meski begitu, sektor teknologi berhasil meningkat 0,76 persen berkat kembalinya investor ke saham-saham teknologi di tengah dorongan untuk menghindari aset-aset berisiko.

Ancaman meningkatnya kasus infeksi virus corona dan kemungkinan penerapan kembali penguncian nasional di Inggris menenggelamkan pasar saham Eropa pada Senin (21/9/2020) dan meluas ke pasar AS.

Kekhawatiran kebangkitan kembali kasus COVID-19 global membebani sentimen, sementara ketegangan politik di Washington D.C. juga berkontribusi pada suasana suram, kata Wells Fargo Advisors pada penutupan sesi.


Baca juga: Wall Street catat kerugian minggu ke 3, penurunan teknologi berlanjut

"Negosiasi atas stimulus fiskal tambahan diperkirakan menjadi lebih rumit setelah meninggalnya Hakim Ruth Bader Ginsburg menciptakan kekosongan tak terduga di Mahkamah Agung AS," kata Wells Fargo Advisors.

"Kedua belah pihak sejauh ini gagal mencapai kesepakatan. Tetapi kemajuan apa pun menuju RUU dapat menyebabkan penurunan ketidakpastian ekonomi AS," kata Kepala Investasi UBS Global Wealth Management Mark Haefele dalam sebuah catatan pada Senin (21/9/2020).

Selain itu, Indeks Aktivitas Nasional Fed Chicago hanya mencapai 0,79 pada Agustus, lebih rendah dari 2,54 pada Juli dan ekspektasi pasar 1,88, yang mencerminkan moderasi pemulihan ekonomi AS.


Baca juga: Wall Street merosot terseret saham teknologi yang berbalik turun

Baca juga: Wall Street berakhir jatuh, Indeks Dow Jones merosot 130,4 poin

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar