Kediri (ANTARA News) - Manajemen Persik Kediri mendepak Gusnul Yakin dari kursi pelatih tim sepak bola berjuluk "Macan Putih" itu dan selanjutnya, dalam rapat pengurus Persik di Kota Kediri, Jatim, Senin malam, manajemen menunjuk asisten pelatih, Agus Yuwono, sebagai pelatih menggantikan posisi Gusnul.

Humas Persik, Nur Mukhyar, mengemukakan, keputusan tersebut diambil oleh manajemen berdasarkan musyawarah yang dilakukan sebelumnya.

"Manajemen sepakat untuk menggeser posisi Gusnul dari semula pelatih kepala menjadi asisten manajer bidang teknik," katanya.

Menurut dia, keputusan untuk menggeser Gusnul Yakin tersebut dilakukan manajemen untuk perbaikan tim juara Ligina IX/2003 dan Ligina XII/2006. Apalagi dalam putaran kedua Liga Super Indonesia (LSI) tahun ini persaingan akan semakin ketat.

Nur menyatakan, keputusan manajemen tersebut tidak ada kaitannya dengan kegagalan Gusnul dalam mengangkat performa tim selama tiga kali pertandingan terakhir di kandang sendiri.

Sebelumnya, Persik menyerah 0-1 di tangan Arema Malang, dipermalukan Persib Bandung dengan skor 1-3, dan ditekuk 0-1 oleh Sriwijaya FC.

"Ini bagian dari penyegaran dengan harapan pelatih baru dapat mengangkat prestasi Persik," kata Kepala Bagian Humas Pemkot Kediri itu.

Ia menambahkan, pihak manejemen Persik masih membutuhkan sentuhan Gusnul Yakin. Sehingga posisinya hanya digeser dari pelatih menjadi asisten manajer bidang teknik.

Sementara itu, Gusnul Yakin mengaku menerima keputusan manajemen yang mendepaknya dari kursi pelatih.

Bahkan, sejak timnya kalah dari Sriwijaya FC beberapa waktu lalu, dia sudah menyatakan, bersedia mundur dari jabatanya, demi kemajuan Persik.

Namun, Ketua Umum Persik, dr. Samsul Ashar tak rela melepas Gusnul Yakin begitu saja. Dalam pandangan Wali Kota Kediri itu, pada saat kompetisi sudah sampai pada separuh perjalanan ini sangat sulit mendapatkan pelatih dan pemain baru.

Menanggapi pengangkatan dirinya, Agus Yuwono mengaku akan bekerja lebih keras lagi untuk mengangkat prestasi tim.

Ia akan mengubah dan mengevaluasi pola permainan yang dikembangkan Persik selama ini sehingga tim yang terdiri atas para pemain berkualitas tersebut mampu tampil lebih baik lagi dalam pertandingan berikutnya.

Menyinggung target dalam putaran kedua ini, Agus optimistis timnya bakal lolos dari jurang degradasi dan mampu membawanya ke posisi papan tengah. "Tentunya, hal ini harus disertai perbaikan pola-pola latihan," katanya.

Persik akan menghadapi laga lanjutan ISL dengan bertanding melawan tuan rumah Arema Malang pada 18 Februari dan Persema Malang pada 21 Februari.

Agus berharap, dalam dua pertandingan tandang itu, Persik lebih baik ketimbang sebelumnya, bahkan mampu meraih poin.(T.M038/K004)

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2010