ACT Purwokerto bantu korban kebakaran di Pasar Wage

ACT Purwokerto bantu korban kebakaran di Pasar Wage

Personel ACT Cabang Purwokerto saat melakukan asesmen terhadap salah seorang pedagang yang menjadi korban kebakaran di Pasar Wage, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (22/9/2020). ANTARA/HO-ACT Purwokerto

Purwokerto (ANTARA) - Lembaga Kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Cabang Purwokerto siap memberikan bantuan kepada para pedagang yang menjadi korban kebakaran di Blok B Pasar Wage, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

"Kami sudah bertemu dengan Kepala Pasar Wage, beliau menjelaskan bahwa kebakaran yang terjadi pada Senin (21/9) dini hari menyebabkan kerusakan infrastruktur serta benda berupa 46 kios dagang, 99 los, 108 gudang logistik dagangan, dan empat unit sepeda motor hangus terbakar," kata Staf Program ACT Cabang Purwokerto Rama Fardiansyah di Purwokerto, Selasa.

Menurut dia, kebakaran tersebut tidak menimbulkan korban jiwa dan penyebabnya masih dalam penyelidikan tim dari Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banyumas dan Laboratorium Forensik Kepolisian Daerah Jawa Tengah.

Ia mengatakan pedagang yang terdampak kebakaran akan disediakan lapak sementara agar mereka bisa berjualan lagi, sedangkan pedagang yang tidak terdampak dapat tetap beraktivitas seperti biasa.

"Kebutuhan jangka pendek yang mendesak di Pasar Wage adalah air bersih, papan lapak, tenda, dan tentunya permodalan ulang untuk reaktivasi pedagang. Insya Allah kami ikhtiarkan untuk bisa membantu pedagang yang terdampak kebakaran melalui kampanye secara daring," katanya.

Bahkan, kata dia, ACT Purwokerto bersama Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Banyumas turut membantu proses pemadaman yang dilakukan oleh petugas Pemadam Kebakaran Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Banyumas beserta instansi terkait lainnya.

Menurut dia, sukarelawan medis MRI Banyumas juga terlibat dalam asesmen terhadap pedagang yang terdampak kebakaran.

"Tidak hanya itu, Tim ACT Purwokerto dan sukarelawan medis MRI Banyumas juga melakukan oksimetri nadi kepada para pedagang guna untuk mengukur level oksigen dalam darah, mengingat banyak pedagang yang menghirup udara kotor dari asap kebakaran, dan jika diperlukan bisa ditangani lebih lanjut," katanya.

Kebakaran yang melanda Blok B Pasar Wage, Purwokerto, pertama kali diketahui pada hari Senin (21/9), pukul 03.00 WIB.

Kobaran api yang berasal dari lantai bawah sebelah selatan itu dengan cepat merambat ke lantai 2 karena di tempat itu banyak terdapat sembako dan barang-barang yang mudah terbakar.

Baca juga: Polresta Banyumas periksa saksi terkait kebakaran di Pasar Wage

Kebakaran tersebut berhasil dipadamkan pada pukul 07.30 WIB, setelah delapan unit mobil pemadam kebakaran (damkar) milik Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Banyumas dibantu satu unit mobil damkar Satpol PP Kabupaten Purbalingga serta tiga truk tangki air milik BPBD Kabupaten Banyumas, PDAM Banyumas, dan PMI Banyumas diterjunkan ke lokasi kejadian.

Pewarta: Sumarwoto
Editor: Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar