Polres Jakpus gandeng komunitas ojol bentuk timsus pencegahan COVID-19

Polres Jakpus gandeng komunitas ojol bentuk timsus pencegahan COVID-19

Pemasangan rompi bagi perwakilan komunitas ojek online sebagai penegak disiplin protokol kesehatan oleh Dandim 0501/JP BS Kolonel (Inf) Luqman Arief di Mapolres Metro Jakarta Pusat, Rabu (23/9/2020). (ANTARA/Livia Kristianti)

komunitas ojol itu nantinya memiliki peran membantu warga menjalankan protokol kesehatan.
Jakarta (ANTARA) - Polres Metro Jakarta Pusat menggandeng komunitas ojek online (ojol) untuk membentuk tim khusus (timsus) pencegahan COVID-19 yang bertugas mensosialisasikan  protokol kesehatan.

"Dia (komunitas ojol) nanti akan mensosialisasikan protokol kesehatan dan penggunaan masker dalam komunitas ojek masing-masing. Jadi ini dibikin kelompok-kelompok mengingatkan rekan-rekan di sekitar tempat mereka berkumpul (menjalankan protokol kesehatan)," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Heru Novianto di Mapolres Metro Jakarta Pusat, Rabu, dalam acara launching komunitas ojek online sebagai timsus pencegahan COVID-19.

Baca juga: Anies izinkan ojol angkut penumpang selama PSBB lanjutan

Heru mengatakan komunitas ojol itu nantinya memiliki peran yang sama dengan komunitas-komunitas masyarakat yang ikut berkolaborasi untuk membantu warga menjalankan protokol kesehatan.

Turut hadir dalam acara 'launching' itu, Dandim 0501/JP BS Kolonel (Inf) Luqman Arie  meminta agar para pengendara ojek daring ikut bertanggung jawab  mensosialisasikan  penerapan protokol kesehatan COVID-19 secara terus menerus.

"Saya mohon yang melaksanakan tugas ini memiliki  tanggung jawab dan merupakan kehormatan. Karena tim ini khusus jadi saya harap teman-teman ojek online menjalankan sosialisasi protokol kesehatan dengan penuh tanggung jawab," ujar Luqman dalam kata sambutannya.

Baca juga: Menhub apresiasi inovasi ojek dan taksi daring di masa pandemi

Sementara itu, Wali Kota Jakarta Pusat Bayu Meghantara menegaskan dengan adanya komunitas ojek online yang menggalakkan disiplin protokol kesehatan dapat terjadi perubahan kebiasaan pola hidup sehat di masyarakat mengingat angka kasus COVID-19 terus merangkak setiap harinya di Ibu Kota.

"Kita masih marathon terkait penanganan wabah COVID-19 ini. Untuk itu kita perlu kebersamaan bareng teman-teman ojek online membantu penerapan pendisiplinan protokol kesehatan. Mudah-mudahan kita semua jadi agent of change," ujar Bayu.
Dandim 0501/JP BS Kolonel (Inf) Luqman Arief, bersama Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Heru Novianto, dan Wali Kota Jakarta Pusat Bayu Meghantara melepas konvoi kendaraan para penindak pelanggaran protokol kesehatan dan penegak disiplin protokol kesehatan COVID-19 berbasis komunitas ojek daring di Mapolres Metro Jakarta Pusat, Rabu (23/9/2020). (ANTARA/Livia Kristianti)


Dalam peluncuran itu, secara simbolik para pemimpin dari tiga pilar di Wilayah Kota Jakarta Pusat itu memasangkan penanda kepada perwakilan anggota Satpol PP, anggota TNI, anggota kepolisian, dan satu orang pengemudi ojek online untuk melakukan tugasnya masing-masing baik sebagai penindak pelanggar protokol kesehatan maupun sebagai penegak disiplin protokol kesehatan.

Baca juga: Hari Buruh, asosiasi ojol ajak semua pihak bersatu lawan dampak Covid

Terakhir ketiga pemimpin itu melepas konvoi kendaraan para petugas termasuk komunitas ojek online yang hadir untuk mulai melakukan tugasnya masing-masing terkait penerapan protokol kesehatan di tengah masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) jilid 2 di Ibu Kota Jakarta.

Pewarta: Livia Kristianti
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2020

PSBB transisi, petugas tinjau Stasiun Sudirman pada jam pulang kantor

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar