Perluas penyaluran KUR UMKM, pemerintah gandeng empat platform digital

Perluas penyaluran KUR UMKM, pemerintah gandeng empat platform digital

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (kedua kiri) bersama Direktur Hubungan Kelembagaan Bank Mandiri Donsuwan Simatupang (kiri) dan Presiden Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata (kedua kanan) menyerahkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada mitra platfom digital di Jakarta, Rabu (23/9/2020). Pemerintah menggandeng platfom digital (Gojek, Grab Indonesia, Tokopedia dan Shopee) untuk memperluas penyaluran KUR kepada UMKM yang berperan dalam mendorong pemulihan ekonomi nasional dan penyerapan tenaga kerja pada masa pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/wsj.

Dalam situasi ini kita berharap platform digital dengan 'merchant-merchant'-nya bisa menjadi selain sebagai akselerator juga memfasilitasi UMKM dan merchant bisa naik kelas
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menggandeng empat platform digital yaitu Gojek, Grab Indonesia, Tokopedia, dan Shopee Indonesia untuk memperluas penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) bagi UMKM.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan hal ini sekaligus upaya pemerintah meningkatkan peran UMKM sebagai pengungkit pertumbuhan ekonomi.

"Dalam situasi ini kita berharap platform digital dengan merchant-merchant-nya bisa menjadi selain sebagai akselerator juga memfasilitasi UMKM dan merchant bisa naik kelas," katanya di Jakarta, Rabu.

Baca juga: Menko Airlangga: Realisasi KUR hingga Agustus capai Rp103,17 triliun

Airlangga menyebutkan penyaluran KUR kepada UMKM di empat platform digital tersebut akan dilakukan oleh tiga bank Himbara (Himpunan Bank Milik Negara) yakni BNI, BRI, dan Bank Mandiri.

Ia optimistis melalui kerja sama antara pemerintah, empat platform digital, dan tiga bank Himbara dapat mendorong pencapaian target penyaluran KUR tahun ini sebesar Rp190 triliun.

"Kita ketahui di sektor digital itu juga tumbuh positif walaupun e-mobility itu terganggu, ujarnya.

Airlangga menegaskan pemerintah memprioritaskan pemulihan UMKM karena sangat berkontribusi untuk perekonomian nasional yaitu mencapai 61,1 persen dan menyerap 97 persen tenaga kerja atau 116,9 juta orang.

Oleh sebab itu, ia mengatakan pemerintah menyediakan anggaran sebesar Rp123,46 triliun dari total Rp695,2 triliun pada program PEN khusus untuk mendorong keberlangsungan UMKM di tengah pandemi.

Ia menyatakan pemerintah memberikan pelonggaran kebijakan KUR berupa tambahan subsidi bunga sebesar 6 persen sampai Desember 2020 sehingga suku bunga KUR pada 2020 menjadi nol persen untuk semua jenis skema KUR.

Pelonggaran kebijakan KUR adalah penundaan angsuran pokok KUR dengan jangka waktu paling lama 6 bulan, relaksasi ketentuan restrukturisasi KUR, dan relaksasi pemenuhan persyaratan administrasi dalam proses pengajuan KUR.

Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Iskandar Simorangkir menjelaskan total KUR yang disalurkan oleh ketiga bank tersebut pada Rabu ini mencapai Rp31,08 miliar kepada 294 debitur UMKM di empat mitra platform digital.

Ia merinci penyaluran KUR bagi UMKM mitra Gojek sebesar Rp4,72 miliar diberikan kepada 45 UMKM, bagi UMKM mitra Grab Indonesia sebesar Rp6,5 miliar, Tokopedia sebesar Rp9,31 miliar kepada 116 UMKM, dan Shopee Indonesia Rp10,55 miliar kepada 71 UMKM.

"Tentunya, ini baru awal karena jumlah mitra mereka yang jutaan. Kami terus dorong jangan berhenti di sini dan kami kembangkan ke seluruh merchant dari platform digital," tegasnya.

Realisasi tersebut menambah kinerja penyaluran KUR dari Januari sampai 18 September 2020 yang telah mencapai Rp111,21 triliun atau 58,53 persen dari target penyaluran KUR 2020 Rp190 triliun yang diberikan kepada 3,28 juta debitur.

Penyaluran KUR itu juga diikuti dengan kualitas yang terjaga dengan baik yakni tercermin dengan tingkat NPL KUR sebesar 0,87 persen pada posisi September 2020.

Baca juga: KKP dorong percepatan penyaluran modal KUR sektor perikanan
Baca juga: Menkeu: Subsidi bunga KUR Super Mikro butuhkan anggaran Rp760 miliar

Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Solo bagikan telepon pintar untuk siswa kurang mampu

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar