Kota Bogor siapkan tiga opsi antisipasi lonjakan kasus COVID-19

Kota Bogor siapkan tiga opsi antisipasi lonjakan kasus COVID-19

Gedung Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia milik Badan Narkotika Nasional (PPSDM BNN) di Lido Kabupaten Bogor, disiapkan menjadi tempat isolasi mandiri pasien OTG dari Kota Bogor. (ANTARA/Foto: Riza Harahap)

Bogor (ANTARA) - Pemerintah Kota Bogor menyiapkan tiga opsi antisipasi guna mengatasi kemungkinan lonjakan kasus positif COVID-19 untuk menekan penambahan kasus positif.

"Dari hasil penelusuran dan tes swab yang dilakukan Dinas Kesehatan, saat ini ditemukan rata-rata per hari 20 kasus terkonfirmasi positif. Ini menunjukkan Kota Bogor belum aman dari penularan COVID-19," kata Wali Kota Bogor Bima Arya di Kota Bogor, Kamis.

Menurut Bima Arya, ketiga opsi antisipasi yang disiapkan Pemerintah Kota Bogor adalah, pertama, penambahan jumlah tempat tidur dan kamar isolasi untuk perawatan pasien kasus positif di rumah sakit.

Jumlah tempat tidur untuk pasien positif COVID-19 di rumah sakit, kata dia, ada 358 tempat tidur dan dari jumlah tersebut sekitar 60 persen terisi. "Dari persentasenya masih aman. Namun, lebih baik jika rumah sakit menambah tempat tidur dan kamar untuk mengantisipasi," katanya.

Baca juga: Gugus Tugas Belitung temukan penyebaran COVID-19 klaster keluarga

Sebelumnya, Bima Arya pernah mengunjungi dua rumah sakit di Kota Bogor, yakni Rumah Sakit Marzuki Mahdi dan Rumah Sakit Hermina, pada Rabu (2/9), untuk mengecek penambahan kamar dan tempat tidur yang disiapkan kedua rumah sakit tersebut untuk perawatan pasien kasus positif COVID-19.

"Rumah Sakit Hermina akan menambah 13 tempat tidur," katanya.

Kedua, Pemerintah Kota Bogor membangun kerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk memanfaatkan Gedung Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) di Lido Kabupaten Bogor untuk tempat isolasi khusus untuk pasien COVID-19 tanpa gejala atau orang tanpa gejala (OTG).

Pada opsi kedua ini, Pemerintah Kota Bogor sudah melakukan penandatangan naskah kerja sama (MoU) yang ditandatangani oleh Wali Kota Bogor Bima Arya dan Kepala PPSDM BNN Sindhu Setyatmoko, di Lido Kabupaten Bogor, pada Sein (7/9).

Gedung PPSDM BNN di Lido memiliki 23 kamar dengan 122 tempat tidur. "Gedung PPSDM BNN sangat layak sebagai tempat isolasi bagi pasien OTG," kata Bima.

Baca juga: Survei: Penyebaran COVID-19 dan PSBB tekan usaha ritel dan restoran

Ketiga, adalah menyiapkan hotel di Kota Bogor, sebagai tempat isolasi khusus pasien OTG. Menurut Bima, Pemerintah Kota Bogor masih berkoordinasi dengan pemerintah pusat yakni Satgas COVID-19 Nasional untuk menyiapkan hotel.

Menurut Bima, sudah ada hotel di Kota Bogor yang bersedia menjadi tempat isolasi pasien OTG tapi harus memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh pemerintah pusat. "Nanti ada tim dari Satgas COVID-19 Nasional yang memeriksa dan memutuskannya," katanya.

Soal pembiayaan untuk hotel, kata dia, Pemerintah Kota Bogor akan mengajukan usulannya ke pemerintah pusat.

Berdasarkan data harian COVID-19 di Dinas Kesehatan Kota Bogor, sampai Rabu (23/9), akumulasi kasus positif COVID-19 di Kota Bogor ada 1.091 kasus. Dari jumlah tersebut, sebanyak 711 kasus positif telah dinyatakan sembuh, 41 kasus positif meninggal dunia, serta 339 kasus positif masih sakit.***3***

Baca juga: Sembilan warga Kota Jambi terkonfirmasi positif, empat sembuh
Baca juga: Suami Bupati Bogor meninggal dunia idap kanker paru-paru
 

Pewarta: Riza Harahap
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar