CNBG donasikan 200 ribu vaksin ke Wuhan, CanSino buka lowongan relawan

CNBG donasikan 200 ribu vaksin ke Wuhan, CanSino buka lowongan relawan

Sebuah stan yang menampilkan kandidat vaksin virus corona dari China National Biotec Group (CNBG), sebuah unit dari raksasa farmasi milik negara China National Pharmaceutical Group (Sinopharm), terlihat di Pameran Internasional China untuk Perdagangan Jasa (CIFTIS) 2020, di tengah wabah COVID-19, di Beijing, China, Jumat (4/9/2020). (ANTARA/REUTERS/Tingshu Wang/aa.)

Jakarta (ANTARA) - China National Biotech Group (CNBG) mendonasikan 200 ribu dosis kandidat vaksin COVID-19 kepada para petugas medis dan orang-orang yang berada di garda terdepan penanggulangan wabah corona itu, sedangkan CanSino membuka pendaftaran relawan yang bersedia disuntik vaksin di Ibu Kota Provinsi Hubei tersebut.

Ini bagian dari upaya membantu Wuhan dalam memulihkan perekonomian dan industri kesehatan, demikian CNBG saat memberikan donasi tersebut di Wuhan, Kamis.

CNBG merupakan perusahaan farmasi memproduksi dua jenis kandidat vaksin COVID-19 yang kini memasuki tahap ketiga uji klinis.

Dua kandidat vaksin COVID-19 terbukti memiliki tingkat keamanan dan kemanjuran yang tinggi pada tahap pertama dan kedua uji klinis serta mendapat kepercayaan dari otoritas nasional, demikian CEO CNBG Yang Xiaoming dalam acara di Wuhan itu.

Baca juga: Program vaksin WHO berjalan tanpa dukungan China, Rusia dan AS
Baca juga: China akan uji khasiat dua dosis vaksin COVID-19 buatan CanSino


Ia mendaku perusahaannya menjadi yang terdepan dalam penelitian dan pengembangan vaksin COVID-19 dengan masuknya tahap akhir uji klinis kedua vaksinnya iu.

CNBG menyebutkan bahwa uji klinis tahap ketiga sedang berlangsung di sepuluh negara, termasuk Uni Emirat Arab, Mesir, dan Peru dengan melibatkan 50 ribu sukarelawan.

Dua pabrik CNBG di Wuhan dan Beijing telah mendapatkan lisensi, masing-masing memproduksi 300 juta dosis per tahun.

Menurut Yang, pabriknya di Biejing akan meningkatkan kapasitas produksi hingga 600 juta dosis per tahun sehingga dua pabriknya nanti bisa menghasilkan 1 miliar dosis.

Sementara dua perusahaan vaksin lainnya, CanSino Biologics Inc dan Sinovac Biotech Ltd juga telah melakukan uji klinis tahap ketiga.

Rekombinasi vaksin COVID-19 yang dikembangkan CanSino bersama tim pimpinan pakar penyakit menular militer China Chen Wei telah menyelesaikan tahap uji klinis pertama dan kedua di Wuhan pada awal Juni.

Uji klinis tahap ketiga vaksin tersebut telah dilakukan di tujuh negara, di antaranya Rusia dan Pakistan dengan melibatkan 400 ribu sukarelawan.

Rumah Sakit Zhongnan di bawah Wuhan University merekrut relawan berusia di atas 18 tahun untuk disuntik vaksin CanSino, Kamis.

Injeksi vaksin tersebut untuk mengetahui metode inkubasi dan tempat penyuntikan terbaik, misalnya melalui rongga hidung atau melalui otot, demikian RS Zhongnan dikutip media setempat.

Menurut pihak RS, rekrutmen tersebut berlangsung mulai 19 September dan akan berakhir pada 30 September. Namun hingga Kamis pukul 16.00 waktu setempat (15.00 WIB) sudah terdapat 785 orang yang telah mendaftar.

Pihak RS sudah cukup merekrut relawan berusia 18-56 tahun dan sekarang tinggal usia di atas 56 tahun. 

Baca juga: Sinovac ingin memasok lebih banyak vaksin ke Amerika Selatan
Baca juga: Sao Paulo-Brazil mungkin Desember mulai imunisasi COVID-19

Pewarta: M. Irfan Ilmie
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar