Dua paslon ikuti pengambilan nomor urut Pilkada Sidoarjo

Dua paslon ikuti pengambilan nomor urut Pilkada Sidoarjo

Massa pendukung pasangan calon memotret pengambilan nomor urut Pilkada Kabupaten Sidoarjo yang disiarkan melalui layar monitor. (Indra)

Untuk pasangan nomor urut tiga akan diberikan nomor urut-nya sendiri, yang dijadwalkan pada tanggal 28 September
Sidoarjo (ANTARA) - Dua pasangan calon (paslon) mengikuti pengambilan nomor urut pemilihan kepala daerah Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, di salah satu hotel di kabupaten setempat, Kamis.

Ketua KPU Kabupaten Sidoarjo, M Iskak di Sidoarjo, mengatakan hanya ada dua pasangan yang mengikuti pengambilan nomor urut karena ada satu pasangan yang sementara ini masih menyelesaikan proses administrasi.

"Dua pasangan yang mengambil nomor urut itu adalah Bambang Haryo Sukartono-Taufiqulbar dan Ahmad Muhdlor Ali-Subandi. Sedangkan pasangan Kelana Aprilianto-Dwi Astutik masih proses verifikasi administrasi," katanya usai prosesi pengambilan nomor urut pasangan calon di salah satu hotel di Sidoarjo.

Ia mengatakan, rapat pleno tersebut dilaksanakan terbatas, hanya paslon dan LO paslon yang dapat masuk ke dalam ruangan rapat pleno untuk menghindari penyebaran COVID-19.

Baca juga: KPU Sidoarjo tetapkan dua dari tiga pasangan calon Pilkada 2020

Baca juga: KPU Siapkan bilik khusus pemilih bersuhu tubuh tinggi


"Dalam pengambilan nomor urut pasangan calon ini, Bambang Haryo Sukartono-Taufiqulbar mendapatkan nomor urut 1 dan Ahmad Muhdlor Ali-Subandi bernomor urut 2," ucap dia.

Sedangkan untuk pasangan calon Kelana Aprilianto-Dwi Astutik akan mendapatkan nomor urut tiga jika proses verifikasi administrasi yang dilakukan sudah tidak ada masalah lagi.

"Untuk pasangan nomor urut tiga akan diberikan nomor urut-nya sendiri, yang dijadwalkan pada tanggal 28 September," ujarnya.

Ia menjelaskan, untuk tahapan selanjutnya adalah masa kampanye kepada masing-masing calon, tetapi dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

"Yang perlu diketahui PKPU nomor 13 ada pengetatan lagi contohnya kalau PKPU nomor 10 masih memungkinkan rapat terbuka, tetapi di PKPU nomor 13 ini sudah tidak ada lagi kampanye terbuka," ucap-nya.

Ia mengatakan, untuk kampanye dalam bentuk lain seperti olahraga, kesenian, di PKPU nomor 13 tidak diperbolehkan, termasuk sanksi.

"Seperti kegiatan pengambilan nomor urut seharusnya bisa dihadiri oleh 10 orang dari masing-masing pasangan calon. Tetapi hari ini tidak boleh, termasuk rekan media juga tidak diperbolehkan masuk," katanya.

Sementara itu, Calon Bupati Sidoarjo Bambang Haryo Sukartono mengatakan siap untuk menjadikan Sidoarjo lebih baik lagi. "Dengan nomor satu ini kami ingin Sidoarjo lebih maju dan lebih baik lagi," imbuh-nya.

Pernyataan senada juga disampaikan oleh calon Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali yang optimistis bisa memperoleh suara terbanyak.

"Nomor urut dua ini sesuai dengan keinginan kami. Pertama surat suara dibuka, nomor dua dicoblos dan nomor tiga dilipat," katanya.

Baca juga: Polresta Sidoarjo ajak pasangan calon terapkan protokol kesehatan

Baca juga: Pilkada Sidoarjo "pincang" tanpa kehadiran petahana

Pewarta: Indra Setiawan
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Plt Bupati Sidoarjo meninggal dunia karena COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar